Ade Yasin Cs Dicecar KPK Soal Proyek PUPR dan Barbuk Jual Beli WTP

Bupati Bogor non aktif, Ade Yasin, usai menjalani pemeriksaan perdana pasca penahanan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Foto: Deddy Blue/BogorZone)

BogorZone.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Bupati Bogor non aktif, Ade Yasin bersama tiga anak buahnya, soal sejumlah proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor yang disinyalir prosesnya tidak sesuai ketentuan.

Bukan cuma itu saja, keempat tersangka yang merupakan pemberi suap dalam kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021, juga dicecar soal jual beli predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat dan soal barang bukti hasil penggeledahan beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Ade Yasin Cs Dicecar KPK

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyebutkan pemeriksaan perdana terhadap Bupati Bogor non aktif, Ade Yasin, dan ketiga anak buahnya, Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik, dilakukan untuk melengkapi berkas perkara mereka.

Dikatakan Ali Fikri, pemeriksaan perdana pasca penahanan terhadap para tersangka berlangsung Selasa 10 Mei 2022 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Saat pemeriksaan tersebut, tim penyidik KPK mengonfrontasi keterangan Ade Yasin dengan tiga tersangka lainnya, yang juga anak buahnya dalam kapasitas sebagai saksi terkait berkas perkara masing-masing.

“Keempatnya hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan konfirmasi barang bukti hasil kegiatan penggeledahan,” katanya, kepada wartawan, Rabu 11 Mei 2022.

Diketahui sebelumnya, pasca penahanan terhadap para tersangka kasus dugaan suap tersebut, tim penyidik KPK telah melakukan upaya paksa penggeledahan di sejumlah lokasi di Bogor dan Bandung.

Pos terkait