Ikuti Sang Abang, Ade Yasin Bupati Bogor Ke 2 yang Diciduk KPK

KPK
Ketua KPK, Firli Bahuri (Tengah) didampingi Ketua BPK, Isma Yatun (Kiri) dan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri (Kanan) saat memperlihatkan barang bukti hasil OTT Bupati Bogor, Ade Yasin dkk dan oknum BPK Perwakilan Jawa Barat. (Foto: Deddy Blue/BogorZone)

Saat itu, KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang miliaran rupiah. Uang haram itu adalah uang suap terkait rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan di Puncak dan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dalam perkara itu, RY dihukum 5 tahun 6 bulan penjara dan bebas pada Mei 2019.

Kembali Ditahan KPK

Namun, belum lama menghirup udara segar, bebas dari LP Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, RY kembali menjalani proses hukum, terkait dua kasus dugaan korupsi dan perampasan lahan di Desa Singasari Jonggol saat masih menjadi Bupati Bogor.

Bacaan Lainnya

Pada Juni 2019, KPK kembali menetapkan Rachmat Yasin sebagai tersangka dalam kasus korupsi baru sebagai hasil pengembangan perkara. Selanjutnya, KPK kembali menahan mantan Bupati Bogor itu pada Kamis, 3 Agustus 2020.

“Kami menahan tersangka RY untuk 20 hari ke depan,” sebut Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 13 Agustus 2020 silam.

RY ditahan sebagai tersangka koruptor, karena tersangkut dua kasus, yakni kasus pertama, RY diduga menyunat anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) senilai Rp 8,9 miliar untuk keperluannya, termasuk kampanye pada Pilkada 2013 dan Pileg 2014.

Lalu, kasus kedua, RY diduga menerima gratifikasi berupa 20 hektare lahan dan mobil Toyota Vellfire. Gratifikasi berupa lahan diduga diterima RY terkait pengurusan izin pesantren di kawasan Jonggol, sedangkan gratifikasi mobil diduga diterima dari seorang pengusaha.

Kini, mantan Bupati Bogor dua periode itu diketahui telah divonis 2 tahun 8 bulan penjara atas kasus gratifikasi oleh Pengadilan Negeri Tipikor Bandung pada April 2021 lalu. Kini, RY telah dieksekusi KPK untuk menjalani sanksi hukuman penjara di LP Kelas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Kekayaan RY

Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dikirimkan ke komisi antirasuah pada September 2011, saat menjabat Bupati Bogor, Rachmat Yasin tercatat memiliki kekayaan Rp 6,41 miliar.

Sebagian besar hartanya berupa tanah dan bangunan yang terletak di Kabupaten Bogor. Namun, politisi PPP itu mengklaim seluruh tanah tersebut didapat dari hasil sendiri. Dia juga memiliki sejumlah mobil, diantaranya Mercedes Benz, Nissan, dan Toyota.

Lalu, setelah tiga tahun berlalu, pada 2014 RY kembali melaporkan kekayaannya dan tercatat naik 26 persen. Saat itu kekayaannya tertulis sebesar Rp 5,09 miliar dengan tanah dan bangunan yang dimiliki sebesar Rp 3,91 miliar. Tambahan dalam kurun tiga tahun itu di antaranya berasal dari kenaikan harga tanah senilai hampir Rp 1 miliar dan pembelian dua unit mobil senilai Rp 1,35 miliar.

Ade Yasin Ikuti Jejak RY

AY
Bupati Bogor, Ade Yasin. (Foto: Deddy Blue/BogorZone)

Ternyata langkah perjalanan Rachmat Yasin, sang Bupati Bogor dua periode itu diikuti adiknya, Ade Munawaroh Yasin atau Ade Yasin yang juga sering disebut dengan inisial AY. Namun, AY menjadi Bupati Bogor kedua yang diciduk OTT KPK.

AY sebelum terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Bupati Bogor, pernah berprofesi sebagai advokat pada tahun 2000-2009. Lantas, pada tahun 2009, dia terjun ke dunia politik sebagai salah satu politisi PPP, yang saat itu PPP Kabupaten Bogor dibawah komando sang abang, Rachmat Yasin, yang menjabat

Pos terkait