Connect with us

POLITIK

Jokowi Tolak Jihad KPU, Nawacitq Jadi Nawaduka

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Jokowi menolak usul Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang eks napi koruptor menjadi calon anggota legislatif (caleg) di pemilu yang akan datang. Praktis penolakan Jokowi ini mendapat respons miring berbagai kalangan.

Sejumlah lembaga menilai, penolakan Jokowi bertentangan terhadap Nawacita yang ingin menciptakan revolusi sistem pemerintahan yang bersih dari korupsi. Sehingga hal ini menjadikan Nawacita jadi Nawaduka.

“Kami dari Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) yang terdiri dari Lembaga Kaki Publik (Lembaga Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik) bersama CBA (Center For Budget Analysis) meminta kepada KPU untuk tetap berjihad melawan koruptor dengan cara melarang eks napi korupsi sebagai anggota legislatif,” tegas Koordinator Alaska, Adri Zulpianto, kepada Hallobogor.com.

Diperkirakan, napi koruptor yang akan ikut menjadi caleg 2019 akan semakin banyak dan meningkat. Hal ini berdasarkan data pada tahun 2016, terdapat 1.101 tersangka kasus pidana korupsi dengan mengalami kerugian negara hingga mencapai Rp1,5 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan pada tahun 2017 dengan 1.298 tersangka kasus korupsi yang mengakibatkan peningkatan kerugian negara mencapai Rp6,5 triliun.

“Kalau mantan napi koruptor tidak dilarang menjadi caleg, maka bisa-bisa partai politik dikuasai oleh mantan para koruptor, yang bukan hanya merusak partai politik tapi juga bisa merusak lembaga legislatif sebagai lembaga perwakilan rakyat. Atau tahun 2019, lembaga legislatif bukan lagi sebagai lembaga perwakilan rakyat tapi sudah berubah menjadi lembaga perwakilan koruptor,” papar Adri.

Alasan lain kenapa napi korupsi harus dilarang menjadi caleg, sambung Adri, karena jika dibiarkan mereka jadi caleg merupakan bentuk ketidakadilan bagi caleg miskin. Ditengarai mantan napi korupsi ini masih memiliki harta kekayaan tersembunyi dan melimpah yang bisa mempengaruhi para pemilih.

Pada saat mantan napi korupsi d proses hukum, para penyidik tidak menggunakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada banyak tersangka koruptor. Sehingga, harta tersangka korupsi ini masih masih aman tersimpan untuk modal politik.

“Selain itu, kami menengarai harta kekayaan napi koruptor ini bisa digunakan sebagai modal untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Harta kekayaan ini juga bisa digunakan untuk mempengaruhi masyarakat agar mereka dapat terpilih dibandingkan dengan caleg miskin atau dhuafa,” ujar Adri.

“Dengan demikian, kami dari Alaska menolak mantan napi koruptor menjadi caleg. mereka tidak pantas mewakili rakyat, karena mantan napi ini sudah memiliki dosa besar terhadap masyarakat, dosa besar tersebut diperlihatkan ketika mereka, mencuri uang rakyat dan memiskinkan rakyat,” tandas Adri Zulpianto. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Nyaleg di Dapil 3, Hj. Tuti Alawiyah Zaenudin Rangkul Alumni Sekolah

Published

on

Bogorzone.com, Ciawi – Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Kabupaten Bogor asal daerah pemilihan (Dapil) 3, Hj. Tuti Alawiyah Zaenudin, terus melakukan sosialisasi terhadap warga. Bahkan, untuk meraih suara banyak di pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang, Bacaleg yang berangkat dari Partai Gerindra tersebut, merangkul teman sekolahnya.

Hj. Tuti Alawiyah Zaenudin mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai bersosialisasi dan memperkenalkan diri kepada warga yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor sesuai dapil.

“Saya juga mulai komunikasi dan kembali bersilaturahmi dengan temen-temen alumni sekolah, mulai sewaktu SMP dan SMEA. Saya sekolah di SMP PGRI Ciawi angkatan tahun 1993 dan SMEA YZA Ciawi angkatan 1996,” ujar Bacaleg yang mendapat nomor 2 di daftar calon sementara (DCS) Dapil 3 tersebut kepada Bogorzone.com usai meresmikan Posko SAHATI (Sahabat Tuti Alawiyah Zaenudin), Jum’at (27/7/2018).

Bacaleg yang memiliki paras cantik dan berhijab itupun mengakui, akan dibantu oleh Mamah Dedeh, ustadzah kondang yang sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat pada saat kampanye nanti.

“Mamah Dedeh mau ikut mensukseskan saya menjadi anggota dewan. Dan itu dilakukan Mamah Dedeh secara sukarela,” papar istri mantan Walikota Palembang, H. Eddy Santana Putra.

Hj. Tuti Alawiyah Zaenudin mengungkapkan, keinginannya untuk menjadi wakil rakyat Kabupaten Bogor, karena terpanggil ingin ikut membangun Kabupaten Bogor lebih maju lagi.

“Mudah-mudahan saya diberikan amanah dan kesempatan oleh warga selatan untuk menjadi wakil rakyat agar bisa turut serta dalam pembangunan Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Sementara, Ketua SAHATI, Kamaludin Suganda atau yang biasa dipanggil Kemal menjelaskan, Posko SAHATI yang berlokasi di Kampung Peundeuy RT 01/05 Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi ini, sengaja dibangun untuk warga.

“Jadi posko ini rumah aspirasi warga selatan Kabupaten Bogor yang ada di tujuh kecamatan. Siapa saja warga selatan yang datang, kami akan terbuka,” jelasnya.

Adapun program kerja yang akan dilaksanakan SAHATI sebagai tim pemenangan Hj. Tuti Alawiyah Zaenudin, lanjut Kemal, yakni membentuk tim pemenangan mulai tingkat kecamatan, desa hingga RT dan RW.

“Secepatnya akan saya bentuk tim pemenangan tersebut. Inginnya sih sebelum Ibu Hj. Tuti Alawiyah Zaenudin mulai turun sosialisasi ke warga awal Agustus, tim pemenangan sudah terbentuk,” tukasnya. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

PKS Kota Bogor Launching 50 Bacaleg

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor menggelar acara Halal Bi halal sekaligus melaunching bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang berlangsung di Hall A GOR Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Minggu (15/7/2018).

Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto, mengatakan, pihaknya sudah mengantongi 50 nama bacaleg tingkat Kota Bogor setelah melalui 5 tahapan dan proses yang cukup panjang.

“Sesuai instruksi DPP kami sudah melakukan penjaringan itu dari bulan Januari 2017. Jadi ada beberapa tahapan yang kami lakukan,” jelasnya.

Atang Trisnanto menjelaskan bahwa 50 bacaleg anggota DPRD Kota Bogor tersebar di lima dapil, yaitu 10 Bogor Timur Tengah, 11 Bogor Barat, 10 Tanah Sareal, 9 Bogor Utara, dan 10 Bogor Selatan.

“Target Kota Bogor DPRD 12 kursi yang tersebar di 5 dapil, ada dapil yang kita targetkan tiga kursi sementara sisanya masing-masing dua,” pungkasnya.

Sebagai informasi bahwa DPD PKS akan mendaftarkan semua bacalegnya pada tanggal 17 Juli 2018 secara serentak sesuai instruksi dari DPW dan DPP. (dns)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Gerindra Kota Bogor Jaring Bacaleg Secara Ketat

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bogor terus melakukan persiapan untuk menyambut Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019. Perolehan 15 kursi jadi target yang ditetapkan partai besutan Probowo Subianto ini.

Sekretaris DPC Gerindra Kota Bogor, Agus Sudrajat, Sabtu (14/7/2018), menga20takan bahwa target tersebut realistis lantaran diperoleh dari perhitungan tiga kursi di masing-masing daerah pemilihan (dapil) yang ada di Kota Bogor.

Ia pun menegaskan, Partai Gerindra sejak Juli tahun 2017 sudah membuka atau melakukan proses seleksi. Dimulai sejak pembentukan figur penggerak yang ditentukan dengan pembagian zona dan selama proses tersebut merupakan seleksi alam adanya bacaleg yang masuk dan mengundurkan diri dan lain sebagainya.

“Memang pendaftaran tidak kami buka ke publik, sebab hampir semua partai tidak melakukan hal tersebut. Hingga akhirnya hasil dari pendaftaran sebanyak 60 orang yang kemudian akan diseleksi menjadi 50 orang bacaleg. Kami yakin bisa naik karena kami selalu genjot terus melalui figur wilayah. Kami juga petakan terus di mana wilayah yang lemah dan itu akan terus digenjot. Pergerakan intinya dilakukan secara intens,” kata Agus.

Untuk menjadi calon anggota legislatif dari Partai Gerindra, sambungnya, bukanlah perkara mudah. Karena ada beberapa persyaratan yang diajukan bagi mereka yang ingin maju dalam bursa Pileg 2019. Di antaranya mereka harus turun ke wilayah dan memenuhi target untuk merekrut atau membentuk kader sesuai jumlah TPS yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Target itu harus sampai 100 persen dan dilakukan secara bertahap. Kalau tidak memenuhi target tentu akan dicoret. Itu berlaku bukan hanya untuk anggota baru, tetapi yang sekarang sudah menjadi dewan pun kalau tidak mencapai target tentu akan dicoret,” jelas dia.

Yang lolos dalam seleksi tersebut lanjut Agus, tidak sekadar mencalonkan sebagai anggota legislatif tapi harus mempunyai potensi meraih suara sebanyak-banyaknya, selain itu faktor-faktor mempengaruhi suara itu adalah kapasitas, kapabilitas, kredibilitas dan elektabilitas.

Partai Gerindra akan melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor pada hari Selasa 17 Juli 2018 pukul 14:00 yang akan datang. (dns)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
June 2018
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Trending