Connect with us

KOTA BOGOR

Cara Bima Arya Merawat Pemikiran Mahasiswa Bogor, Ajak Diskusi Hingga Kota Pahlawan

Published

on

Bima Arya Sugiarto menyapa sejumlah mahasiswa asal Bogor yang manimba ilmu di Kota Pahlawan.

Bogorzone.com, Bogor – Di sela mengikuti Indonesia Conference on Tobacco or Health di Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/5/2018), Bima Arya Sugiarto menyempatkan diri untuk menyapa sejumlah mahasiswa asal Bogor yang manimba ilmu di Kota Pahlawan. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi santai di sebuah rumah makan di sana, mulai dari isu-isu di Kota Bogor hingga memberikan pengalaman dan motivasi kepada para mahasiswa.

Sekadar informasi, paguyuban yang dinamakan Safary (Surabaya Family of Rain City) itu beranggotakan lebih dari 200 mahasiswa dan diketuai oleh Beryl Visa Ariza, mahasiswa Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Selain ITS, anggota Safary juga berkuliah di Universitas Airlangga dan beberapa perguruan tinggi lainnya yang ada di Surabaya.

Beryl mengatakan, kehadiran Bima Arya menyapa warganya yang sedang berkualiah di Surabaya ini menjadikan suntikan motivasi kepada para anggota Safary untuk terus belajar dan berkarya ke depannya. “Awalnya kami batasi kuota 40 mahasiswa, tapi kemarin antusias mahasiswa untuk bertemu dengan Pak Bima tinggi jadi yang hadir lebih dari 50 orang. Kami senang dan bangga sekali bisa bertemu dengan Pak Bima Arya. Merasa dianggap dan dihargai,” ungkap Beryl.

Pria kelahiran Bogor, 30 September 1998, itu menambahkan, banyak hal yang dibahas dalam forum santai itu. “Banyak diskusi mengenai Kota Bogor, sharing pengalaman dan cerita dari Pak Bima Arya semasa kuliah hingga akhirnya jadi Walikota Bogor saat ini. Jadi kami banyak mendapatkan ilmu serta wawasan baru,” jelasnya.

Di kalangan para mahasiswa, Bima Arya merupakan sosok muda yang sangat baik dalam hal kepemimpinan. “Lekat jiwa mudanya banyak sekali pergerakan kongkrit dan maksimal yang dilakukan olehnya. Tapi dari kacamata saya Kang Bima adalah pemimpin yang visioner dan tidak umbar janji. Itu penting. Semoga nantinya hubungan baik antara Kang Bima dengan mahasiswa ters terjalin dan selalu melibatkan mahasiswa dalam setiap kebijakan,” tandas Beryl.

Tujuan didirikan Safary, lanjut Beryl, sebagai ajang diskusi dan silaturahmi mahasiswa asal Bogor. “Biasanya kami diskusi soal program Safary ke depannya, mengenai beberapa masalah di kampus, atau mengenai masalah yang sedang hangat-hangatnya, termasuk membahas isu Kota Bogor. Terbaru sempat jadi bahasan kami mengenai kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) diseputaran Kebun Raya,” katanya.

“Kalau dari pendapat beberapa teman di Safary ada yang tidak setuju karena alasan angkot yang jadi muter terlalu jauh.Tapi banyak juga yang sudah setuju dan merasa itu sistem yang baik untuk mengurai kemacetan. SSA satu-satunya solusi dengan kondisi keterbatasan jalan dan terus bertumbuhnya kendaraan. Untuk kesempurnaan sistemnya sendiri mungkin perlu ada jalur angkot yang lebih strategis lagi agar tidak menumpuk di jalur one way tersebut. Kalau sisanya menurut kami sudah cukup baik dan maksimal,” beber dia.

Beryl dan rekan-rekan mahasiswa lainnya berharap, Safary bisa diakui legalitasnya oleh Pemkot Bogor. “Harapannya nanti tercipta hubungan baik antara mahasiswa Bogor di sini dengan kota tercinta di mana mereka berasal. Mungkin nanti kita bisa bantu mengkaji permasalahan Kota Bogor, mengkaji kebijakan baru ataupun kebijakan lama dari Pemkot Bogor lewat kajian berbentuk tulisan yang harapannya bisa dibaca langsung oleh Kang Bima. Di mana kajian kami pasti ditinjau dari bidang teknik karena mayoritas memang mahasiswa ITS,” pungkasnya.

Usai pertemuan itu, Bima Arya Sugiarto juga sempat posting di akun sosial media instagram pribadinya. “Diskusi dengan teman-teman mahasiswa asal Bogor @safary_bogor di Surabaya. Senang liat di rantau tetap kompak dan semangat. Cepat lulus ya, Kota Bogor menanti anda,” tulis Bima. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KOTA BOGOR

PBB, Pemuda Bulan Bintang, Bima Arya

Published

on

Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor menggelar tasyakuran milad ke-20 serta melantik Pemuda Bulan Bintang.

Bogorzone.com, Bogor – Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor menggelar tasyakuran milad ke-20 serta melantik Pemuda Bulan Bintang. Acara dihelat di Gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Selasa malam (17/7/2018).

Kegiatan yang mengusung tema “bergerak bersama untuk menang” ini, dihadiri seluruh kader PBB serta Walikota Bogor terpilih Bima Arya dan Wakil Walikota terpilih Dedie A Rachim.

Ketua DPC PBB Kota Bogor, Subhan Murtadla, mengatakan, PBB sejak lahir pada tanggal 17 Juli 1998 didirikan dalam rangka ingin membentuk dan melahirkan para politisi yang memegang teguh pada kehidupan berbangsa dan bernegara yang konsensusnya pada penerapan nilai-nilai islam.

“Momentum milad PBB ke-20 ini bertepatan dengan pendaftaran terakhir bacaleg (bakal calon anggota legislatif). Dengan semangat milad ini PBB telah melahirkan 50 orang bacaleg untuk Kota Bogor, 9 orang dapil 3 kota Bogor dan Cianjur serta 3 provinsi. Sehingga ini menjadi modal dasar dalam melakukan langkah-langkah politik ke depannya,” ucap Subhan.

Subhan berharap masyarakat memberikan amanah dan simpatinya kepada PBB sehingga bisa melahirkan wakil rakyat yang amanah, bisa dipercaya dan bisa menyalurkan aspirasi rakyat khususnya Kota Bogor.

“Target dalam Pileg 2019 nanti PBB mempunyai keyakinan untuk membentuk satu fraksi artinya satu dapil satu kursi dan saya mempunyai keinginan dan sangat optimistis dalam Pileg 2019 nanti,” jelasnya. (dns)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BOGOR

Bupati Didesak Evaluasi Kinerja Seluruh SKPD

Published

on

Bupati Bogor, Nurhayanti. (kiri)

Bogorzone.com, Cibinong – Pilkada 2018 sudah usai dengan hasil suara terbanyak untuk pasangan Calon Bupati-Wajil Bupati, Hj.Ade Yasin dan H.Iwan Setiawan. Meski begitu, Bupati saat ini, Hj.Nurhayanti, diharapkan tetap fokus bekerja serta menjalankan roda pemerintahan daerah dengan optimal sampai akhir masa jabatannya pada 30 Desember 2018 mendatang.

Bupati Nurhayanti pun didesak untuk memperbaiki kinerja jajaran Pemkab Bogor yang akhir-akhir ini cenderung stagnan. Dimana, akibat Pilkada, banyak pejabat yang tidak fatsoen kepada Bupati dan dampaknya kinerja dinas dan badan di lingkungan Pemkab Bogor terkesan jalan sendiri-sendiri dan bahkan beberapa dinas terlihat buruk dalam melayani masyarakat.

Koalisi Masyarakat Bersih Pemantau Pemerintahan (KMBP2) Bogor Raya, Coky Pasaribu, dalam siaran persnya, Kamis (12/7/18), menilai kinerja para pejabat dan staf dinas serta badan di lingkungan Pemkab Bogor sepanjang dua tahun terakhir kepemimpinan Bupati Nurhayanti cenderung menurun akibat kehilangan motivasi serta terbawa suasana politik menjelang dan selama pelaksanaan Pilkada.

“Akibatnya berdampak buruk pada kinerja dinas dan unit kerja di Pemkab Bogor. Contoh Dinas PUPR yang banyak dikeluhkan masyarakat serta dirundung kasus dugaan fee proyek. Kemudian Dinas Pendidikan yang disorot dalam masalah penerimaan siswa baru dan proyek sekolah. Ada lagi Dinas Lingkungan Hidup yang dianggap warga tidak peka dan kurang maksimal dalam merespon aduan terkait limbah pabrik serta pencemaran sungai,” papar Coky.

Dalam kaitan itu, Coky pun mendesak Bupati Nurhayanti, Baperjakat dan BKPP segera melakukan evaluasi kinerja seluruh SKPD. “Hasil evaluasinya buka ke publik, umumkan berapa skor tiap-tiap SKPD, peringkat terendah 1,2,3 dan seterusnya harus dirombak. Copot pejabat pucuknya sampai ke bawah, terapkan punish and reward. Lalu berikan kesempatan kepada PNS lain untuk memimpin,” ujarnya.

Coky menambahkan, Bupati serta Baperjakat dan BKPP juga mesti memperhatikan masukan dari masyarakat terkait aduan kinerja SKPD. Dia menunjuk DPMPSPT Kabupaten Bogor yang dikomandani Joko Pitoyo dan Sonny Abdussukur sebagai Sekretaris, setahun terakhir sering dikeluhkan pelayanan dan sistem kerjanya.

“Terutama kaitan penerbitan izin, acapkali banyak aduan pihak DPMPSTP menerapkan standar ganda dan bahkan ada ketidakpastian hukum. Misalnya, ada beberapa investor mengajukan izin lokasi atau IPPT, sesuai Perda RT/RW lokasinya dibolehkan tapi terbentur rekomendasi dinas teknis, jadi ada kerancuan dan ego sektoral dalam pelayanan perizinan,” jelas Coky.

Dia pun menganggap petinggi DPMPSTP tidak berupaya melakukan antisipasi guna merespon keluhan tersebut, malah terkesan membiarkan karena pejabatnya tidak mau ambil pusing. Sehingga terjadi ketidakpastian yang membuat masyarakat kecewa dan banyak pelaku usaha resah karena aturan dikalahkan oleh kebijakan dinas teknis yang cenderung tidak profesional.

“Karena itu, Bupati dan Baperjakat harus mencermati aduan-aduan masyarakat dan meresponnya dengan melakukan pembenahan di dinas, badan dan unit kerja yang menjadi titik lemah dalam fungsi penyelenggaraan daerah, utamanya dalam pelayan perizinan yang sangat terkait dengan pendapatan daerah, perekonomian rakyat dan lapangan kerja. Sebaiknya ganti semua pejabat DPMPSPT,” imbuhnya. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BOGOR

Hj. Irawati Didapuk Jadi Ketua GTP

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Gerakan Tanam Pohon (GTP) kembali digelar. Pada acara penanaman ke-178 ini, para inisiator GTP sepakat menunjuk Hj. Irawati, SH sebagai ketua GTP menggantikan Hari Priyadi yang sudah selesai masa jabatannya yang lebih dari satu periode.

Heri Cahyono sebagai inisiator GTP, mengatakan, penunjukan itu disepakati oleh semua anggota pegiat GTP yang hadir pada kegiatan penanaman pohon ke-178 di Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (08/07/18)

“Masa jabatan Ketua GTP Hari Priyadi sudah usai dua tahun memimpin GTP. Perjuangan bersama para pegiat GTP dalam membangun rasa kecintaan masyarakat Kota Bogor untuk peduli lingkungan melalui tanam pohon sangat luar biasa dan patut mendapatkan apresiasi,” ucap Heri Cahyono.

“Hari ini kami sepakat untuk memberikan kepercayaan jabatan ketua GTP kepada Hj. Irawati untuk memimpin GTP ke depan. Beliau merupakan wanita yang sangat aktif dan juga sangat memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Saya yakin kepemimpinannya ke depan akan memberikan warna baru dan semangat baru bagi GTP dalam menyebarkan rasa peduli lingkungan bagi masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara Ketua GTP terpilih, Hj. Irawati menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan anggota GTP. “Tanggung jawab besar yang diberikan kepada saya untuk menjalankan harapan dan cita-cita GTP untuk membangun rasa peduli lingkungan bagi masyarakat Kota Bogor,” ungkapnya kepada awak media.

“Tentunya saya akan banyak belajar dengan ketua Hari Priyadi yang sebelumnya sudah memimpin GTP, sudah banyak karyanya bersama GTP hingga mencapai giat yang ke-178 ini,” lanjutnya.

“Yang jelas sekarang, saya siap dengan tanggung jawab sebagai ketua GTP untuk masa dua tahun ke depan, segala program kedepan akan saya jalani, tentunya akan ada warna baru dalam giat tanam pohon GTP bersama saya,” imbuhnya.(dns)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
May 2018
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Trending