Connect with us

KABUPATEN BOGOR

Melestarikan Lingkungan, Pabrik AQUA Ciherang Lakukan Berbagai Inovasi

Published

on

Pabrik AQUA Ciherang terus mengembangkan energi terbarukan dalam melestarikan lingkungan.

Bogorzone.com, Caringin – Pelestarian lingkungan menjadi program Pabrik AQUA Ciherang. Pabrik yang berdiri sejak tanggal 15 Juni 2012 berlokasi di dua desa, yakni Desa Ciherang Pondok dan Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor itu, saat ini sedang dan sudah melakukan berbagai inovasi penting terkait menjaga keberadaan lingkungan di wilayah sekitar.

Berbagai terobosan yang sudah dilakukan seluruh jajaran direksi perusahaan Danone tersebut, seperti memanfaatkan sinar matahari, memanen air hujan dan menjalankan Zero Waste to Landfill sebagai program dalam operasional sehari-hari.

Engineering and Technovation Director Danone-AQUA, Budi Hartono Susilo mengungkapkan, saat ini Pabrik AQUA Ciherang telah dikembangkan menjadi pabrik yang betul-betul ramah lingkungan (green factory).

Selain melakukan efisiensi air dan energi sebagaimana yang dilakukan pabrik AQUA lainnya, kata Budi, Pabrik AQUA Ciherang juga telah mengembangkan energi terbarukan dengan memasang solar panel di atas bangunan pabrik. Solar panel ini dipasang dengan mengoptimalkan atap pabrik  menghasilkan energi sebesar 770 KWp atau dalam setahun menghasilkan 885.000 Kwh yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di pabrik.

Solar panel tersebut juga, lanjutnya, mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 860 Ton CO2 atau setara dengan pengurangan CO2 yang dihasilkan 15,000 pohon.

“Dengan instalasi ini, Pabrik AQUA Ciherang memanfaatkan sinar matahari yang bersinar bebas, menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat untuk operasional pabrik,” ujar Budi kepada wartawan saat di lokasi Pabrik AQUA Ciherang, Selasa (10/4/2018) siang.

Menurutnya, instalasi panel surya mulai dibangun di pertengahan tahun 2017 dan merupakan proyek pertama di Indonesia yang digunakan untuk konsumsi industri. Proyek ini dikerjakan oleh tim ahli yang sudah berpengalaman serta mempunyai rekam jejak baik dalam perancangan instalasi panel surya. Hal itu untuk memastikan bahwa rancangan instalasi panel surya ini dapat berjalan dengan aman dan baik, sesuai kaidah keamanan dan rekayasa teknik dan juga sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh PLN.

“Secara simbolis instalasi ini diresmikan oleh Muriel Jaujou, Danone Global Water Resource and Environment Director dalam suatu acara sederhana di Pabrik AQUA Ciherang pada November 2017,” jelas Budi.

Selain itu, dikembangkan juga program Panen Air Hujan (Rainwater Harvesting). Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Bogor, mendorong Pabrik AQUA Ciherang untuk memasang instalasi khusus untuk memanen air hujan pada kisaran rata-rata 201.000 liter sekali hujan.

Air hujan itu, sambung Budi, kemudian dialirkan ke bak penampung untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan domestik, sementara sisanya (overflow) dimasukan ke dalam tanah sebagai bagian konservasi air tanah.

Budi menjelaskan, dari hasil survei dalam setahun, hujan yang turun adalah selama 115 hari. Dengan demikian, air hujan yang dapat dipanen adalah sebesar 23.115.000 liter setahun.

“Itu merupakan jumlah air hujan yang cukup signifikan yang dapat dimanfaatkan sebagai penghematan air tanah dan membantu ketersediaan air tanah untuk generasi mendatang,” paparnya.

Program lain yang saat ini sedang berjalan di Pabrik AQUA Ciherang, penurunan seminimal mungkin sampah didalam pabrik yang biasanya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah melalui program Zero Waste to Landfill. Dalam hal ini, pihak pabrik berupaya maksimal agar tidak ada sampah, baik berasal dari karyawan maupun tamu-tamu yang datang ke pabrik. Hal tersebut ditempuh melalui perubahan kebiasaan untuk tidak menggunakan snack box, botol atau gelas minum sekali pakai, plastik, karton, kertas, dan lain-lain.

“Perubahan itu membuat Pabrik AQUA Ciherang dapat menurunkan sampah secara drastis, melakukan efisiensi dalam biaya pengelolaan sampah, dan tentu saja yang terpenting adalah ikut melestarikan lingkungan,” imbuhnya.

Sedangkan di luar pabrik atau di masyarakat, Pabrik AQUA Ciherang melakukan berbagai aktivitas CSR secara berkelanjutan. Dari hasil pemetaan persoalan lingkungan serta kebutuhan, Pabrik AQUA Ciherang menjalankan kegiatan konservasi, penyediaan akses air bersih, pemberdayaan masyarakat, dan perbaikan infrastruktur.

“Danone-AQUA akan meneruskan komitmennya untuk memimpin bisnis berkelanjutan dengan menginspirasi dan memfasilitasi aksi kebaikan melalui tiga pilar, yaitu kebaikan untuk alam, kebaikan untuk manusia dan kebaikan untuk masyarakat,” tukas Budi.

Pabrik AQUA Ciherang ini berdiri di atas lahan seluas 8,8 hektar. Pemanfaatan lahan untuk bangunan pabrik seluas 3,1 hektar dan 5,7 hektar digunakan sebagai ruang terbuka hijau. Saat ini Pabrik AQUA Ciherang mempekerjakan 260 orang yang 87% berasal dari sekitar pabrik. Mereka bekerja bersama untuk memproduksi AQUA kemasan galon, kemasan botol 600 ml, dan botol 330 ml. (ded)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Wabup Terpilih Iwan Setiawan Minta PWBS Mengawal Pembangunan

Published

on

PWBS melakukan silaturahmi ke Saung Bromelia, Desa Leuwimalang.

Bogorzone.com, Cisarua – Paguyuban Warga Bogor Selatan (PWBS), diminta Wakil Bupati Bogor terpilih, H. Iwan Setiawan untuk ikut mengawal pelaksanaan pembangunan dikepemimpinan nya nanti. Hal itu dikatakan wakil bupati yang berpasangan dengan Hj. Ade Yasin saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bogor tersebut, saat PWBS melakukan silaturahmi ke Saung Bromelia, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu.

H. Iwan Setiawan, saat berbincang-bincang dengan warga yang tergabung kedalam PWBS menegaskan, keberadaan PWBS tentunya dapat dijadikan mitra kerja dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Bogor khususnya wilayah selatan lima tahun kedepan.

“PWBS juga nantinya tidak hanya ikut mengawal proses pembangunan saja, tetapi bisa memberikan masukan dan ajuan dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya kepada Bogorzone.com

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor itu pun mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada PWBS. Dimana, saat pelaksanaan Pilkada Bogor lalu, PWBS ikut mendukung Paslon HADIST.

“Kedepan saya akan sediakan sekretariat PWBS agar nantinya bisa dijadikan tempat berkumpul warga selatan,” papar H. Iwan Setiawan.

Sementara, koordinator PWBS, Azet Basuni mengaku senang dengan pernyataan Wabup Bogor terpilih yang akan melibatkan PWBS dalam mengawal pelaksanaan pembangunan wilayah selatan.

“Kami siap membantu mengawal pembangunan di Kabupaten Bogor khususnya wilayah selatan,” tegasnya.

Azet pun menyatakan akan memasukkan Wabup Bogor terpilih menjadi penasehat didalam kepengurusan PWBS. Sehingga, setiap program-program pemerintah selama kepemimpinannya dapat terarah dan berjalan sesuai harapan warga.

“Tentunya kami sangat mendukung penuh setiap program pemerintah kedepan,” tukasnya. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Operasi Nahya dan Abainya Pemkab Bogor Terhadap Rakyatnya

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Kabupaten Bogor yang memiliki APBD Rp6 triliun dan selalu berkoar ingin menjadi kabupaten termaju di Indonesia nampaknya masih salah pengelolaan. Selain masih banyak ditemukan rakyatnya yang bergizi buruk dan miskin, Bupati Bogor dan jajarannya ternyata juga belum mampu meski hanya mengurusi satu orang rakyatnya yang menderita penyakit tumor.

Hal ini seperti dialami Nahya, warga Kampung Leuwihiyem, Desar Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Remaja berusia 17 tahun ini menderita tumor di kepalanya.

Sejak satu tahun yang lalu, putra dari Amsori ini mulai menjalani proses pengobatan Nahya. Dimulai dari tingkat Puskesmas, RSUD Leuwiliang, dari RSUD Leuwiliang mendapat rujukan ke RS PMI Bogor, barulah dari RS PMI Bogor mendapat rujukan ke RS Fatmawati, Jakarta. Proses operasi pengangkatan tumor di kepala Nahya dapat dilaksanakan pada Senin, 9 Juli 2018. Tumor yang sudah ada di kepala Nahya sejak ia kecil kini telah berhasil diangkat.

Namun, ada cerita yang cukup menyedihkan di balik seluruh proses pengobatan Nahya. Rija Lujaman, pemuda asal Kampung Leuwihiyem, Desar Argapura, Kecamatan Cigudeg, yang telah berani memulai untuk membawa Nahya berobat sampai proses operasi Nahya.

Bermodal kartu BPJS PBI, Rijal mulai membawa Nahya berobat didampingi dengan beberapa kawannya. Rijal membentuk Tim Relawan Peduli Nahya. Namun disayangkan, nyaris tak ada bentuk peran bantuan berarti yang dirasakan Nahya dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Pemkab Bogor seperti menutup mata atas apa yang melanda salah satu warganya. Bayangkan saja, hampir selama satu tahun lebih proses pengobatan, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak terlibat secara aktif dalam proses penyembuhan Nahya. Padahal keluarga Nahya serba kekurangan. Jangankan untuk membawanya berobat, untuk makan sehari-haripun sulit,” kata Rijal didampingi sejumlah kader mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ciputat.

Rijal bersama Tim Relawan Peduli Nahya pernah mengajukan proposal dana swadaya untuk membantu proses pengobatan Nahya. Proposal ini mereka ajukan atas dasar rekomendasi dari Pemerintah Kecamatan Cigudeg. Namun, sampai berlangsungnya proses operasi Nahya, Pemkab Bogor belum menindaklanjutinya.

“Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kita. Kemana pemerintah disaat rakyatnya membutuhkan? Apakah rakyat harus mengemis kepada pemerintah? Jadi ini bukan sekadar perkara seseorang yang terkena penyakit, perkara lain ialah bagaimana Pemerintah Kabupaten Bogor mampu mengkoordinasikan instansi-instansi yang berada di bawahnya, agar dapat bekerja secara maksimal,” ungkap Rijal.

“Belajar dari Nahya, penyakit yang tak kunjung diobati membuat ia terpaksa berhenti sekolah karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Artinya, pemerintah harus lebih peka, sigap, dan tanggap dalam memaksimalkan jajaran dan instansi yang berada di bawahnya, agar nantinya tidak ada lagi warga yang bernasib sama seperti Nahya,” imbuhnya.(cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

H. Iwan Setiawan Berikan Apresiasi Kepada Empat Walpri

Published

on

Bogorzone.com, Cisarua – Empat pengawal pribadi (Walpri) mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati (Wabup) Bogor terpilih H. Iwan Setiawan, karena sudah mendampinginya selama beberapa bulan atau saat masa kampanye.

Wabup yang berpasangan dengan Hj. Ade Yasin dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor itu menilai, kinerja Walpri sudah maksimal menjalankan kinerjanya. Sehingga, patut diberikan apresiasi.

“Suka dan duka Walpri selama ikut mendampingi saya, banyak sekali dan tidak mungkin bisa saya lupakan. Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para Walpri,” ujarnya saat melakukan kegiatan di Saung Bromelia Hankam, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (9/7) malam.

Dihadapan para istri ke empat Walpri, H. Iwan Setiawan meyakinkan selama mendampinginya, betul-betul menjalankan tugas sesuai perintah lembaganya.

“Jadi ibu, kalau ke empat Walpri ini suka pulang larut malam, memang mendampingi saya kemana pun juga,” papar dihadapan para istri Walpri tersebut.

H. Iwan berharap, silaturahmi tetap terjalin dengan baik bersama Walpri dan keluarganya. Sehingga hubungan persaudaraan terus terjalin dan terbangun dengan baik.

Brigadir Arif Wibowo Suharto, anggota Reskrim Polsek Klapanunggal yang terpilih mendampingi Wabup Bogor, H. Iwan Setiawan mengaku, dirinya tidak kenal dengan H. Iwan Setiawan saat terpilih mendampinginya selama masa kampanye.

“Saya tidak kenal dengan Wabup Bogor, H. Iwan Setiawan walaupun saya pernah tugas di Polsek Ciawi,” jelasnya.

Arif menjelaskan, pada Bulan Februari 2018, awal dirinya ikut mendampingi H. Iwan Setiawan dan diperkenalkan ketiap wilayah yang ada di Kabupaten Bogor.

“Setelah saya ikut mendampingi, ternyata ditiap wilayah itu berbeda-beda, baik wilayah selatan, timur, tengah, utara dan barat. Yang paling rawan atau zona merah itu wilayah barat Kabupaten Bogor, tapi Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik, aman dan sukses,” tukas Arif. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
April 2018
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Trending