Connect with us

KABUPATEN BOGOR

Kekey Bocah yang Ditolong Bala Badra, Begini Kabarnya

Published

on

Kekey Bocah yang Ditolong Bala Badra, Begini Kabarnya.

Bogorzone.com, Bogor – Akun Facebook Bima Arya Sugiarto dikirimi pesan oleh seseorang bernama Ade Suherman. Belakangan diketahui, pria itu merupakan ayah dari bocah bernama Kekey Aulia (8) yang sempat sakit parah lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan intensif oleh Bala Badra pada Jumat, 23 Maret 2018 lalu.

Isi pesan tersebut membuat terenyuh. Kekey yang saat ini kondisinya sudah pulih karena mendapatkan pertolongan cepat, mengucapkan terima kasih kepada Bima Arya dan Babeh Orie (relawan Bala Badra) yang fotonya sempat viral lantaran menggendong Kekey yang tampak lemah menuju RSUD Kota Bogor.

“Assalamualaikum Bapak Walikota Bogor dan Om Babeh Orie. Ini Kekey Aulia sudah pulang dari RSUD. Besok Kekey mau kontrol ke RSUD lagi. Bapak Walikota dan Om Babeh Orie terima kasih telah membawa Kekey ke RSUD. Datang ya ke rumah Kekey karena Kekey sudah sembuh. Kekey mau ngucapin terima kasih. Wassalam..,” tulis Ade Suherman.

Belum sempat dibalas oleh Bima Arya, Ade Suherman kemudian mengirim pesan lagi yang bertuliskan, “Langkah bapak Bima selalu baik buat rakyatnya yang begitu tulus untuk membantu. Semoga Allah selalu melindungi Bapak Bima yang sudah menolong Kekey Aulia,” katanya.

“Bapak dan mamah Kekey mengucapkan terima kasih dan beribu-ribu maaf. Tapi ada salam dari Kekey untuk Bapak Bima dan Babeh Orie. Kekey juga ingin ketemu lagi dengan bapak dan babeh Orie. Maju terus pak, semoga sukses selalu, bertambah rejeki  dan berkah,” tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, saat Bima Arya dan Dedie Rachim tengah bergerilya di Kampung Cilobang Tonggoh, RT 2 / RW 2, Situgede, Bogor Barat, seorang ibu bernama Uci Suciah (48) tiba-tiba menghampiri pasangan nomor urut 3 dalam Pilwalkot Bogor itu untuk memberitahukan kondisi sang buah hatinya.

“Sudah 10 hari demam tinggi. Nggak bisa apa-apa,” ucap Uci, dengan nada sedikit tersedak, Jumat (23/3/2018). 

Bima-Dedie yang dalam posisi sedang bergerilya di kawasan itu pun langsung berkoordinasi dengan tim untuk mengambil langkah dengan membawa anak tersebut ke rumah sakit terdekat. Melewati gang sempit, akhirnya tim tiba di rumah yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari kawasan agrowisata Setu Gede itu.

Tim Badra yang diwakili oleh Babeh Orie pun langsung memasuki rumah berukuran 4 x 5 meter persegi yang ditempati oleh delapan orang anggota keluarga itu. Uci bercerita, bahwa bungsunya itu tidak beranjak dari tempat tidurnya lantaran sakit sudah 10 hari. Demam tinggi setiap malam membuat bocah kelas 2 di SDN Situgede 1 itu sering kejang. “Saya nggak tega melihatnya seperti itu,” ujar Uci, lirih.

Sang suami, kata Uci, saat ini hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. “Dulunya dagang buah di Pasar Anyar. Tapi modalnya abis, nggak bertahan,” katanya.

Usai mempersiapkan keperluan untuk perawatan, Babeh Orie kemudian menggendong Kekey ke kendaraan operasional Badra menuju RSUD Kota Bogor untuk dilakukan pertolongan medis. Orangtua Kekey serta Ketua RT setempat, Devi Yuandita, ikut mendampingi proses tersebut.

Sesampainya di RSUD, Kekey langsung mendapatkan penanganan medis di IGD. Ade Suherman mengucapkan terimakasih respons yang diberikan Tim Badra terhadap sang buah hatinya. “Saya titip salam untuk Kang Bima dan Kang Dedie karena pertolongannya. Saya tidak bisa balas kebaikan beliau selain dengan doa,” ungkap Ade kepada Babeh.

Tak henti-hentinya ucapan syukur Ade bukan tanpa sebab. Pasalnya, ia merasa trauma ketika harus berhadapan dengan rumah sakit. “Anak saya, kakaknya Kekey, harus meninggal karena tidak ditangani dengan cepat oleh rumah sakit. Jadi, saya sangat terharu. Semoga peristiwa sedih itu cukup sekali terjadi. Saya tidak bisa apa-apa selain ikhlas,” ucap Ade.

Setelah berhari-hari Kekey dirawat inap secara intensif di Ruang Jasmine RSUD Kota Bogor, akhirnya Kekey pulih dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Dengan sembuhnya Kekey, dijadwalkan Bima-Dedie dan tim Bala Badra akan mengunjungi rumah Kekey dalam waktu dekat untuk memberikan suntikan motivasi. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KABUPATEN BOGOR

Tahun Ini, Pemkab Bogor Tidak akan Perbaiki Jalan Cikopo Selatan

Published

on

Kondisi jalan alternatif Cikopo Selatan.

Bogorzone.com, Ciawi– Kondisi jalan alternatif Cikopo Selatan rusak berat di beberapa titik. Tahun 2018 ini kondisinya akan semakin parah karena jalan alternatif nomor satu dari kawasan Gadog menuju kawasan Puncak ini tidak terkena program perawatan. Demikian dikatakan Kepala UPT PUPR Wilayah Ciawi, Eko Sulistianto.

Menurut Eko, tidak teralokasikannya biaya perawatan untuk ruas Jalan Cikopo Selatan karena adanya pemangkasan atau pengurangan anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Bogor serta pemerintah pusat, dan berdampak terhadap buruknya infrastruktur di Kabupaten Bogor.

“Kami juga turut prihatin jika melihat dan merasakan kondisi Jalan Cikopo Selatan yang mengalami rusak berat. Kalau pemerintah mengalokasikan dana untuk perawatan untuk jalan tersebut, akan kami lakukan perawatan. Tetapi, tahun 2018 ini biaya untuk perawatan Jalan Cikopo Selatan tidak ada,” tandas Eko.

Untuk perbaikan ruas jalan itu, lanjut dia, Pemkab Bogor akan memperbaikinya melalui program reguler secara bertahap. “Oleh dana perawatan tidak akan tersentuh, namun pemerintah menangani jalan itu secara bertahap. Tiap satu tahun sepanjang 2 kilometer akan dibeton melalui pemenang tender,” imbuhnya.

Akibat kebijakan tersebut, para pengendara dan masyarakat merasa kecewa. Padahal Jalan Cikopo Selatan merupakan jalur alternatif pengurai kemacetan di Jalan Raya Puncak dan kerap dilintasi wisatawan. “Kebijakan itu sangat tidak tepat, ini merupakan kawasan wisata yang memerlukan kenyamanan. Selain itu, kontribusi dari dunia pariwisata kepada Pemkab Bogor cukup besar. Dengan demikian, Pemkab Bogor seharusnya memperhatikan dan mempertahankan kondisi Jalan Cikopo Selatan tetap baik,” kata Iwan Darmawan, salah seorang pengusaha di kawasan Megamendung. (dang)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Nike Stop Produksi Dibantah Kemenperin dan API, Ketum SPM : Jangan Ngomong Kalau Gak Punya Data!

Published

on

Ribuan buruh pabrik sepatu Nike di kawasan Jabodetabek terancam terkena PHK masal dan termiskinkan lantaran beberapa pabrik Nike bakal stop produksi.

Bogorzone.com, Bogor – Ribuan buruh pabrik sepatu Nike di kawasan Jabodetabek terancam terkena PHK masal dan termiskinkan lantaran beberapa pabrik Nike bakal stop produksi. Namun, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) membantah kabar tersebut.

Bantahan mereka itu pun direspons tegas Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan. Iwan mengungkapkan, per 12 Oktober 2018 PT Kahoindah Citragarment 2 Bekasi, Jawa Barat, sebagai salah satu pabrik Nike tutup produksi. Alasan yang dikemukan manajemen bahwa Nike mencabut ordernya. Mesin-mesin dipindahkan bertahap ke PT Kahoindah Citragarment Cakung, Jakarta. Para buruh ditawari pindah ke lokasi yang sama.

“Masalahnya, pertama, di Kaho Cakung, produksi sudah berjalan. Berarti sudah ada buruh di sana. Kedua, ternyata buruh yang tidak bersedia pindah malah dipaksa atau dikondisikan untuk mengundurkan diri. Ini masalahnya. Berarti PT Kaho 2 tidak memiliki itikad baik,” tegas Iwan Kusmawan.

Iwan menjelaskan, bahwa rata-rata buruh di PT Kaho 2 sudah bekerja lebih dari 20 tahun. Order Nike mulai masuk pada 2006. “Berarti para buruh ini sudah memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan maupun Nike. Kenapa mereka sekarang lepas tanggung jawab,” gugat Iwan.

PT Kaho 2 adalah satu dari 18 perusahaan pemasok Nike apparel. Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. “Dari 18 pabrik itu ada empat basis SPN. Kami sudah menginvetigasi bahwa Nike memang akan mencabut ordernya. Di PT Kukdong Bekasi dan PT Dong A Decal, sudah ada informasi bahwa Nike akan mencabut ordernya,” tambah Iwan.

Dalam keterangan resminya, sejak dua tahun lalu Nike Indonesia sudah menyampaikan rencana pencabutan ordernya. “Artinya, BWI ILO, sebagai salah satu auditor buyer tahu hal ini. Pemerintah pun tahu rencana Nike. Tapi mereka diam dan pura-pura tidak tahu,” tegas Iwan.

Iwan menandaskan bahwa pencabutan order Nike akan berdampak buruk bagi buruh dan keluarganya. “Dari empat pabrik basis SPN, lebih dari 8.000 ribu buruh terancam kehilangan pekerjaan. Kalau satu buruh menanggung dua keluarga berarti 24.000 keluarga buruh akan termiskinkan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kemenperin dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) membantah mengenai pencabutan order Nike dari Indonesia. Sementara pihak Nike berkelit mereka akan mencabut ordernya, tapi sekadar memotong rantai produksi.

Menurut Iwan Kusmawan, pemerintah maupun asosiasi pengusaha perlu melakukan langkah-langkah strategis. “Menurut kami, harus ada upaya melakukan verifikasi ke lapangan. Terus pemerintah akan berbuat apa untuk melindungi pekerja,” tukasnya.

Menurut Iwan investigasinya dapat dipertanggungjawabkan karena menerima informasi langsung dari pekerja. “Jangan asal bicara tanpa data. Ini soal pekerjaan. Soal hidup dan mati keluarga pekerja. Kami punya banyak saksi dan korban,” tantang Iwan.

Dalam waktu dekat, SPN akan melakukan protes dan unjuk rasa serentak. “Kami akan segera melakukan aksi unjuk rasa dan menggalang solidaritas dalam negeri dan internasional. Kami akan menuntut tanggung jawab pemerintah, asosiasi pertekstilan dan Nike,” pungkas Iwan. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Jalan Cikopo Selatan Tidak akan Dirawat Pemkab Bogor

Published

on

Bogorzone.com, Ciawi – Kondisi jalan alternatif Cikopo Selatan, yang kondisinya mengalami rusak berat, dipastikan kerusakannya ditahun 2018 ini akan semakin parah. Hal ini dikarenakan, jalan alternativ nomor satu menuju kawasan Puncak ini, tidak terkena program perawatan. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala UPT. PUPR, Wilayah Ciawi, Eko Sukistianto SE.

Tidak tealokasinya biaya perawatan untuk ruas jalan Cikopo Selatan, berkaitan adanya pemangkasan atau pengurangan dana yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dan berdampak terhadap buruknya infrastruktur di Kabupaten Bogor.

“Kita juga turut prihatin jika melihat dan merasakan kondisi jalan Cikopo Selatan yang mengalami rusak berat. Kalau pemerintah mengalokasikan dana untuk perawatan untuk jalan tersebut, akan kita lakukan perawatan. Tetapi, ditahun 2018 ini biaya untuk perawatan jalan Cikopo Selatan, tidak ada,” tandas Eko.

Untuk perbaikan ruas jalan itu, lanjut dia, pemkab Bogor akan memperbaikinya melalui reguler secara bertahap. “Oleh dana perawatan tidak akan tersentuh, namun pemerintah menangani jalan itu secara bertahap. Tiap satu tahun sepanjang 2 kilo meter akan dibeton melalui pemenang tender,” imbunya.

Akibat kebijakan tersebut, para pengendara dan masyarakat merasa kecewa. Hal ini dikarenakan, ruas jalan Cikopo Selatan, merupakan jalur alternativ pengurai kemacetan di jalan raya Puncak, yang pengendaranya mayoritas para wisatawan. “Kebijakan itu sangat tidak tepat, ini merupakan kawasan wisata yang memerlukan kenyamanan. Selain itu, kontribusi dari dunia pariwisata kepada pemkab Bogor cukup besar. Dengan demikian, pemkab Bogor seharusnya memperhatikan dan mempertahankan kondisi jalan Cikopo Selatan tetap baik,” kata Iwan Darmawan Se, salah seorang pengusaha di kawasan Megamendung. (dang)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
April 2018
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Trending