Connect with us

KABUPATEN BOGOR

Selesai Dibangun, Akhirnya Pasar Nanggung Resmi Beroperasi

Published

on

Bogorzone.com, Nanggung – Kumuh dan tidak layak huni, kini tidak nampak lagi terlihat di lokasi Pasar Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Sebab, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, pasar rakyat yang berada di wilayah barat itu, keberadaannya kini sudah representatif.

Belum lama ini, keberadaan Pasar Nanggung yang selesai dibangun melalui bantuan pemerintah pusat dan Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor, telah resmi dibuka atau beroperasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar yang mewakili Bupati Bogor saat membuka secara resmi Pasar Nanggung mengungkapkan, pembangunan Pasar Nanggung bersumber dari dukungan dana tugas pembantuan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tahun 2016. Adapun alokasi anggaran sebesar 6 milyar rupiah untuk bangunan utamanya.

Pada tahun 2017, kata Adang, dilanjutkan pembangunan tahap 2 untuk sarana dan prasarana penunjang operasional yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor dengan alokasi anggaran sebesar 3,5 milyar. 

“Selain pasar rakyat Nanggung, juga telah di bangun pasar rakyat Ciseeng,  Tenjo, Kemang dan pasar rakyat Leuwisadeng. Namun sampai saat ini belum diresmikan. Diharapkan dalam waktu dekat akan segera diresmikan dan dioperasionalkan,” ujarnya kepada Bogorzone.com.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Tohaga, Romli Eko Wahyudi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki kepedulian terhadap pembangunan pasar rakyat, karena akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. 

“Persaingan pasar semakin ketat dengan pasar modern dan online, namun kita PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, akan terus berusaha meningkatkan sarana dan prasarana serta kualitas dari pasar rakyat, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor,” paparnya.

Ia menilai, banyaknya pasar yang direvitalisasi dan dihidupkan kembali. Hal ini merupakan suatu upaya untuk mengeliatkan pasar rakyat yang harus berjuang di tengah gempuran ritel modern.

Bahkan, lanjutnya, beragam cara dilakukan agar pasar rakyat bisa bersaing. 

“Saat ini kami sedang merancang program hadiah umrah bagi pembeli setia dan pedagang di pasar rakyat.  Setelah sebelumnya kami berhasil mengumrahkan pegawai dan penjual, kami juga akan mengumrahkan satu orang pembeli yang sering berkunjung ke pasar rakyat di Kabupaten Bogor.  Hal ini dilakukan semata-semata untuk memotivasi dan menambah keramaian pasar-pasar rakyat di Kabupaten Bogor,” tukas Romli Eko Wahyudi. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KABUPATEN BOGOR

Sekda Lantik Ratusan Pejabat Eselon IV

Published

on

Suasana pelantikan 338 Pejabat Administrasi Pengawas (Eselon IV) di Gedung Tegar Beriman, Selasa (15/4/2018).

Bogorzone.com, Cibinong – Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar melantik 338 Pejabat Administrasi Pengawas (Eselon IV) di Gedung Tegar Beriman, Selasa (15/4/2018). Adang ditemanin Kepala BKPP Dadang Irfan dan Inspektur Kabupaten Bogor Kabupaten Bogor Benny Delyuzar.

Dalam sambutannya, Adang berpesan agar para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah jabatan dengan baik dan penuh tanggung jawab, sebagai wujud komitmen untuk memberikan pelayanan publik terbaik.

“Berikan pelayanan yang terbaik agar masyarakat merasakan keberadaan Pemerintah, karena posisi kalian berhadapan langsung dengan masyarakat, dengan peran dan tugas yang berkaitan dengan aspek teknis, perencanaan awal dan kontrol terhadap kinerja pegawai yang berada di dalam tanggung jawab kalian,” ujarnya.

Disamping itu, Adang mengingatkan, dalam kontestasi pilkada yang sedang berlangsung di Kabupaten Bogor, agar para ASN bersikap netral atau tidak berpiihak kepada pasangan calon sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang. Dirinya juga meminta para pejabat yang dilantik untuk mensosialisasikan aturan ini kepada pegawai di unit kerjanya masing-masing.

 “Prinsipnya jaga netralitas kita sebagai ASN melalui sikap, ucapan, perbuatan maupun tindakan yang mengarah kepada dukungan ke salah satu calon. Saya ingatkan bahwa sudah ada beberapa pejabat maupun staf di lingkup Pemkab Bogor yang sudah diberikan sanksi. Jadi saya minta sekali lagi, untuk jaga netralitas kalian,” tukas Adang. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Ganti Untung Lahan Tol Bocimi, Warga Cimande Hilir Minta Keadilan

Published

on

Bogorzone.com, Caringin – Warga Kampung Tenggek, RT 01/2, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, meminta keadilan kepada pemerintah. Hal itu terkait adanya dugaan intimidasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pembayaran ganti untung lahan Tol Bocimi.

Apid (30), pemilik lahan yang saat ini belum dilakukan ganti untung PUPR mengatakan, pihaknya merasa terintimidasi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR. Sebab, lahan miliknya seluas 164 meter, dibayar tidak sesuai yang diinginkan.

“Kami minta ganti untung lahan yang terkena pembebasan pembangunan Tol Bocimi sebesar Rp.500 juta. Tapi pihak PUPR hanya akan membayar sebesar Rp.351 juta,” ujarnya kepada Bogorzone.com, Senin (7/5/2018) siang.

Menurutnya, permintaan ganti untung lahan berikut bangunan yang sudah ditempati keluarganya selama puluhan tahun itu, sangat berasalan. Karena, dari awal pembebasan lahan untuk mega proyek tol tersebut, dinilai telah terjadi kejanggalan.

“Masa di satu hamparan lahan yang sama, harga ganti untung kepada pemilik berbeda-beda. Bahkan ada yang lebih tinggi harganya daripada lahan milik kami,” papar Apid.

Selain itu, ketidak adilan yang dilakukan pihak PUPR atau tim pembebasan lahan dari pemerintah, saat pihaknya mengajukan keberatan dengan harga yang sudah ditentukan.

Harusnya, lanjut Apid, baik itu pihak pemerintah desa, kecamatan, kabupaten hingga pemerintah pusat, melakukan musyawarah dengan para pemilik lahan yang keberatan.

“Saat ini ada tiga bidang di Desa Cimande Hilir yang lahannya belum dilakukan pembayaran ganti untung. Semuanya termasuk kami ingin ada perubahan harga ganti untung, sayang nya tidak ada upaya musyawarah, malah melakukan konsinyasi,” ungkapnya.

Apid menegaskan, pihaknya tidak akan menyerah dengan permasalahan tersebut. Terlebih, dari awal pihaknya sudah mengajukan keberatan dengan ganti untung yang diberikan pemerintah.

“Kami sebagai warga awam yang tidak tahu hukum, hanya minta keadilan. Ini lahan kami ko, kenapa harus dipaksa di jual tidak sesuai keinginan. Parahnya lagi, kami diminta untuk keluar dari rumah oleh pihak pengadilan negeri (PN) Cibinong sampai tanggal 9 Mei, sedangkan pembayaran ganti untung belum diterima kami,” tukasnya.

Pantauan di lokasi pembangunan Tol Bocimi, dari ketiga bidang lahan yang belum dibayar ganti untung, masih berdiri kokoh bangunan rumah dan ditempati beberapa kepala keluarga (KK). (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Ratusan KK Korban Bencana Alam Terima Bantuan Pemkab Bogor

Published

on

BPBD Kabupaten Bogor saat membagikan dana kepada para korban bencana alam dilokasi Mako BPBD Kabupaten Bogor, Rabu (2/5/2018).

Bogorzone.com, Cibinong – Ratusan kepala keluarga (KK) korban bencana alam yang ada di 76 desa di 27 kecamatan se-Kabupaten Bogor, akhirnya sudah menerima bantuan dari
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Informasi yang dihimpun, hujan deras diiringi angin kencang yang menguyur wilayah Kabupaten Bogor, membuat petugas tim reaksi cepat (TRC) BPBD kerja ektra keras. Mereka (Petugas-red) selalu memberikan informasi untuk meningkatkan kewaspadaan pada bencana alam yang sering terjadi diwilayah Bumi Tegar Beriman. 

“Pada saat terjadi korban bencana alam, petugas TRC sudah turun dan membantu memberikan pertolongan pertama untuk meringankan beban mereka (Masyarakat),” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Tb. Sumardi kepada wartawan, usai pembangian dana kepada para korban bencana alam dilokasi Mako BPBD Kabupaten Bogor, Rabu (2/5/2018).

Sumardi menjelaskan, dari hasil pendataan Pemkab Bogor, ada 269 kartu keluarga (KK) dan 3.038 jiwa, rusak berat 84 dan rusak ringan 189 rumah yang diberi secara langsung bantuan uang tunai oleh Pemkab Bogor.

“Kami sudah menyalurkan bantuan kepada para korban bencana alam yang tersebar 27 Kecamatan se-Kabupaten Bogor. Antara lain, Kemang, Cigombong, Leuwisadeng, Leuwiliang, Cibinong, Megamendung, Sukamakmur, Tenjolaya, Caringin, Ciawi, Rumpin, Ciomas, Cisarua, Dramaga, Pamijahan, Citeureuf, Tamansari, Ciampea, Nanggung dan Babakan Madang dan lainnya. Kami bagikan kepada warga secara langsung yang datang ke kantor BPBD Kabupaten Bogor tanpa ada pemotongan,” ujarnya. 

Bantuan yang nilainya bervariasi, kata dia, diterima secara langsung oleh para warga yang terkena bencana alam tanpa ada pemotongan. Total jumlah dana keseluruhan yang dikucurkan oleh Pemkab Bogor.

“Bencana yang mereka alami sangat bermacam-macam musibah, mulai dari angin puting beliung, tanah longsor, rumah rusak ringan hingga berat dan kebakaran yang telah mendapatkannya. Awalnya, kami melakukan pendataan yang dibantu oleh petugas RT/RW lalu Desa/Kelurahan dan petugas Pemerintahan Kecamatan setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut Sumardi menambahkan, pemberian bantuan tersebut, sudah sesuai dengan juklak dan juknis petunjuk dari Bupati Bogor Nurhayanti. 

“Semuanya sudah sesuai data yang kami peroleh sesuai dengan koordinasi dari mulai petugas RT sampai petugas Kecamatan. Dan kami tegaskan, semua aturan sudah sesuai petunjuk Pemkab Bogor dan tidak ada pemotongan sama sekali,” tegasnya.

Salah seorang warga yang terkena bencana alam yakni longsor, Bedi Furkoni, warga Kampung Bengkok RT 07 RW 01, Desa Cupayung Girang, Kecamatan Megamendung mengaku, banyak terima kasih kepada Pemkab Bogor yang telah memberikan bantuan kepada para korban bencana alam ini.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan bantuan uang dari pemerintah tanpa ada potongan apa pun. Uang ini akan saya pergunakan untuk perbaikan rumah kembali,” ucap dia sambil tersenyum. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
March 2018
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Trending