Connect with us

KABUPATEN BOGOR

BPBD Latih Relawan Tanggap Bencana

Published

on

Bogorzone.com, Megamendung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, melatih puluhan relawan tanggap bencana di Hotel New Ayuda 2, Cipayung, Megamendung, Bogor.

Kegiatan Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat tersebut, menitikberatkan pada kesiapan masyarakat saat bencana datang di wilayah masing – masing.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaluratan dan Logistik (Rantik) pada BPBD Kabupaten Bogor, Sumardi mengatakan, semua tahu bahwa di Kabupaten Bogor ini rentan terhadap bencana. Dari 40 kecamatan yang ada, 28 kecamatan masuk zona merah atau rawan bencana. Sementara yang namanya bencana alam itu, bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi masyarakat juga mempunyai tanggungjawab terhadap bencana alam tersebut. Untuk itu, dalam pelatihan ini menyiapkan relawan agar siap saat bencana datang.

“Setiap tahun akan kita laksanakan pelatihan seperti ini, sehingga para relawan ini sudah paham dan siap ketika bencana melanda,” ujarnya kepada Bogorzone.com, Rabu (7/3/2018).

Ia menjelaskan, diadakannya pelatihan ini, ada masyarakat disetiap kecamatan yang siap untuk memberitahu bagaimana ketika terjadi bencana, evakuasi harus seperti apa, kemudian apa yang harus dilakukan.

“Jangan sampai ketika ada bencana masyarakat bingung sendiri,” papar Sumardi.

Kejadian Tsunami Aceh menjadi pelajaran bagi semua, karena masyarakat aceh saat itu tidak paham tanda-tanda akan ada bencana tersebut.

Selain itu, lanjut Sumardi, masyarakatnya juga tidak siap ketika bencana datang. Akibatnya, jumlah korban bencana tsunami sangatlah banyak.

“Karena tidak siap dan paham, ketika air surut, mereka malah mencari ikan, tidak taunya tsunami datang,” jelasnya.

Dari relawan yang ada sekarang, kata Sumardi, kedepan akan terus ditingkatkan baik dari jumlah maupun mutu.

“Saya berharap semua masyarakat sudah siap ketika bencana datang,” bebernya.

Sebab, ketika masyarakat sudah siap, mereka tidak lagi harus bingung ataupun menjadi penonton. Tapi mereka paham apa yang harus dilakukan. Harus bagaiman saat ada gempa, dan harus apa ketika tebingan mengalami pergerakan tanah.

“Hal seperti itu yang harus kita tanamkan pada relawan-relawan ini,” pungkasnya.

Relawan asal Kecamatan Nanggung, Asep Saefuloh mengaku, setelah mengikuti pelatihan ini, dirinya tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang, dan apa yang harus disampaikan kepada masyarakat.

“Yang jelas banyak ilmu didapat, dan kita siap saat terjadi bencana, meski itu sesungguhnya jangan terjadi,” tukasnya. (ded)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KABUPATEN BOGOR

Tahun Ini, Pemkab Bogor Tidak akan Perbaiki Jalan Cikopo Selatan

Published

on

Kondisi jalan alternatif Cikopo Selatan.

Bogorzone.com, Ciawi– Kondisi jalan alternatif Cikopo Selatan rusak berat di beberapa titik. Tahun 2018 ini kondisinya akan semakin parah karena jalan alternatif nomor satu dari kawasan Gadog menuju kawasan Puncak ini tidak terkena program perawatan. Demikian dikatakan Kepala UPT PUPR Wilayah Ciawi, Eko Sulistianto.

Menurut Eko, tidak teralokasikannya biaya perawatan untuk ruas Jalan Cikopo Selatan karena adanya pemangkasan atau pengurangan anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Bogor serta pemerintah pusat, dan berdampak terhadap buruknya infrastruktur di Kabupaten Bogor.

“Kami juga turut prihatin jika melihat dan merasakan kondisi Jalan Cikopo Selatan yang mengalami rusak berat. Kalau pemerintah mengalokasikan dana untuk perawatan untuk jalan tersebut, akan kami lakukan perawatan. Tetapi, tahun 2018 ini biaya untuk perawatan Jalan Cikopo Selatan tidak ada,” tandas Eko.

Untuk perbaikan ruas jalan itu, lanjut dia, Pemkab Bogor akan memperbaikinya melalui program reguler secara bertahap. “Oleh dana perawatan tidak akan tersentuh, namun pemerintah menangani jalan itu secara bertahap. Tiap satu tahun sepanjang 2 kilometer akan dibeton melalui pemenang tender,” imbuhnya.

Akibat kebijakan tersebut, para pengendara dan masyarakat merasa kecewa. Padahal Jalan Cikopo Selatan merupakan jalur alternatif pengurai kemacetan di Jalan Raya Puncak dan kerap dilintasi wisatawan. “Kebijakan itu sangat tidak tepat, ini merupakan kawasan wisata yang memerlukan kenyamanan. Selain itu, kontribusi dari dunia pariwisata kepada Pemkab Bogor cukup besar. Dengan demikian, Pemkab Bogor seharusnya memperhatikan dan mempertahankan kondisi Jalan Cikopo Selatan tetap baik,” kata Iwan Darmawan, salah seorang pengusaha di kawasan Megamendung. (dang)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Nike Stop Produksi Dibantah Kemenperin dan API, Ketum SPM : Jangan Ngomong Kalau Gak Punya Data!

Published

on

Ribuan buruh pabrik sepatu Nike di kawasan Jabodetabek terancam terkena PHK masal dan termiskinkan lantaran beberapa pabrik Nike bakal stop produksi.

Bogorzone.com, Bogor – Ribuan buruh pabrik sepatu Nike di kawasan Jabodetabek terancam terkena PHK masal dan termiskinkan lantaran beberapa pabrik Nike bakal stop produksi. Namun, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) membantah kabar tersebut.

Bantahan mereka itu pun direspons tegas Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan. Iwan mengungkapkan, per 12 Oktober 2018 PT Kahoindah Citragarment 2 Bekasi, Jawa Barat, sebagai salah satu pabrik Nike tutup produksi. Alasan yang dikemukan manajemen bahwa Nike mencabut ordernya. Mesin-mesin dipindahkan bertahap ke PT Kahoindah Citragarment Cakung, Jakarta. Para buruh ditawari pindah ke lokasi yang sama.

“Masalahnya, pertama, di Kaho Cakung, produksi sudah berjalan. Berarti sudah ada buruh di sana. Kedua, ternyata buruh yang tidak bersedia pindah malah dipaksa atau dikondisikan untuk mengundurkan diri. Ini masalahnya. Berarti PT Kaho 2 tidak memiliki itikad baik,” tegas Iwan Kusmawan.

Iwan menjelaskan, bahwa rata-rata buruh di PT Kaho 2 sudah bekerja lebih dari 20 tahun. Order Nike mulai masuk pada 2006. “Berarti para buruh ini sudah memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan maupun Nike. Kenapa mereka sekarang lepas tanggung jawab,” gugat Iwan.

PT Kaho 2 adalah satu dari 18 perusahaan pemasok Nike apparel. Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. “Dari 18 pabrik itu ada empat basis SPN. Kami sudah menginvetigasi bahwa Nike memang akan mencabut ordernya. Di PT Kukdong Bekasi dan PT Dong A Decal, sudah ada informasi bahwa Nike akan mencabut ordernya,” tambah Iwan.

Dalam keterangan resminya, sejak dua tahun lalu Nike Indonesia sudah menyampaikan rencana pencabutan ordernya. “Artinya, BWI ILO, sebagai salah satu auditor buyer tahu hal ini. Pemerintah pun tahu rencana Nike. Tapi mereka diam dan pura-pura tidak tahu,” tegas Iwan.

Iwan menandaskan bahwa pencabutan order Nike akan berdampak buruk bagi buruh dan keluarganya. “Dari empat pabrik basis SPN, lebih dari 8.000 ribu buruh terancam kehilangan pekerjaan. Kalau satu buruh menanggung dua keluarga berarti 24.000 keluarga buruh akan termiskinkan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kemenperin dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) membantah mengenai pencabutan order Nike dari Indonesia. Sementara pihak Nike berkelit mereka akan mencabut ordernya, tapi sekadar memotong rantai produksi.

Menurut Iwan Kusmawan, pemerintah maupun asosiasi pengusaha perlu melakukan langkah-langkah strategis. “Menurut kami, harus ada upaya melakukan verifikasi ke lapangan. Terus pemerintah akan berbuat apa untuk melindungi pekerja,” tukasnya.

Menurut Iwan investigasinya dapat dipertanggungjawabkan karena menerima informasi langsung dari pekerja. “Jangan asal bicara tanpa data. Ini soal pekerjaan. Soal hidup dan mati keluarga pekerja. Kami punya banyak saksi dan korban,” tantang Iwan.

Dalam waktu dekat, SPN akan melakukan protes dan unjuk rasa serentak. “Kami akan segera melakukan aksi unjuk rasa dan menggalang solidaritas dalam negeri dan internasional. Kami akan menuntut tanggung jawab pemerintah, asosiasi pertekstilan dan Nike,” pungkas Iwan. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Jalan Cikopo Selatan Tidak akan Dirawat Pemkab Bogor

Published

on

Bogorzone.com, Ciawi – Kondisi jalan alternatif Cikopo Selatan, yang kondisinya mengalami rusak berat, dipastikan kerusakannya ditahun 2018 ini akan semakin parah. Hal ini dikarenakan, jalan alternativ nomor satu menuju kawasan Puncak ini, tidak terkena program perawatan. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala UPT. PUPR, Wilayah Ciawi, Eko Sukistianto SE.

Tidak tealokasinya biaya perawatan untuk ruas jalan Cikopo Selatan, berkaitan adanya pemangkasan atau pengurangan dana yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dan berdampak terhadap buruknya infrastruktur di Kabupaten Bogor.

“Kita juga turut prihatin jika melihat dan merasakan kondisi jalan Cikopo Selatan yang mengalami rusak berat. Kalau pemerintah mengalokasikan dana untuk perawatan untuk jalan tersebut, akan kita lakukan perawatan. Tetapi, ditahun 2018 ini biaya untuk perawatan jalan Cikopo Selatan, tidak ada,” tandas Eko.

Untuk perbaikan ruas jalan itu, lanjut dia, pemkab Bogor akan memperbaikinya melalui reguler secara bertahap. “Oleh dana perawatan tidak akan tersentuh, namun pemerintah menangani jalan itu secara bertahap. Tiap satu tahun sepanjang 2 kilo meter akan dibeton melalui pemenang tender,” imbunya.

Akibat kebijakan tersebut, para pengendara dan masyarakat merasa kecewa. Hal ini dikarenakan, ruas jalan Cikopo Selatan, merupakan jalur alternativ pengurai kemacetan di jalan raya Puncak, yang pengendaranya mayoritas para wisatawan. “Kebijakan itu sangat tidak tepat, ini merupakan kawasan wisata yang memerlukan kenyamanan. Selain itu, kontribusi dari dunia pariwisata kepada pemkab Bogor cukup besar. Dengan demikian, pemkab Bogor seharusnya memperhatikan dan mempertahankan kondisi jalan Cikopo Selatan tetap baik,” kata Iwan Darmawan Se, salah seorang pengusaha di kawasan Megamendung. (dang)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
March 2018
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Trending