Sebelas Poin Masalah Jadi Fokus Pembinaan Dewan Pendidikan

Bogorzone.com, Bogor – Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Apendi Arsyad menegaskan, dari hasil evaluasi Dewan Pendidikan Kota Bogor, setidaknya terdapat sebelas poin masalah yang menjadi fokus pembinaan di tahun ini.

Menurutnya, ke sebelas poin masalah tersebut meliputi, kekerasan pelajar, kenakalan remaja, pungutan liar (Pungli), pemberitaan media, tingkat kesejahteraan guru, kondisi fisik sekolah, peredaran LKS, alur komunikasi orangtua, sistem pengelolaan delapan standar, kesenjangan mutu antar lembaga, hingga tata kelola sekolah swasta.

“Semua permasalahan itu masih terjadi hingga saat ini. Terutama masalah pungli serta penyebaran LKS maupun kedisiplinan kelembagaan,” jelasnya saat melaksanakan diskusi refleksi akhir tahun, di Kantor Sekretariat Dewan Pendidikan Kota Bogor, di Jalan Julang, Kota Bogor, Selasa (19/12/2017).

Sementara, Ketua PGRI Kota Bogor, Basuki mengungkapkan, pihaknya berharap pemerintah daerah memperhatikan besaran gaji bagi para guru honorer.

“Dengan pembayaran yang dialokasikan sebanyak 15 persen dari dana BOS, dirasa sangat rendah untuk ukuran gaji pengajar. Dimana perbulan tenaga pendidik lepas hanya menerima Rp. 500-700 ribu saja,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, pihak pemerintah daerah terus meningkatkan, khususnya kesejahteraan guru. Bahkan, tahun depan pihaknya menyiapkan Rp3 miliar, untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.

“Proyeksi Disdik tahun depan tetap akan mengacu kepada pemenuhan delapan standar pendidikan. Tapi, kami menambahkan pembinaan karakteristik, teknis penguatan sumbangan sosialisasi kepada komite, hingga penanganan kenakalan pelajar,” tukasnya. (ris)