Pasar Ciawi Sambet Penghargaan Tertib Ukur

Bogorzone.com, Ciawi – Setelah menjalani kajian serta penilaian dari tim Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga dibawah Kementerian Perdagangan (Kemendag) selama hampir empat bulan, Pasar Ciawi akhirnya dinobatkan sebagai pasar tertib ukur tahun 2017.

Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Doni Jatnika mengatakan, penobatan pasar tertib ukur yang diraih Pasar Ciawi tahun ini, setelah sebelumnya tim dari Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, melakukan survei dan penilaian di pasar tradisional yang ada di wilayah Ciawi tersebut.

“Alhamdulillah Pasar Ciawi menjadi yang terbaik sebagai pasar tertib ukur tingkat nasional. Penghargaan langsung diserahterimakan dari Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bogor, kepada PD Pasar Tohaga dalam acara Rapat Evaluasi Kinerja bulan Desember 2017,” ungkapnya kepada Bogorzone.com.

Doni menjelaskan, semenjak beberapa hari lalu, timbangan para pedagang di lokasi Pasar Ciawi, dilakukan tera ulang. Adapun ratusan timbangan yang di tera, yakni milik pedagang sembako, daging hingga timbangan emas agar sesuai ketepatannya.

Kegiatan tera timbangan, lanjutnya, salah satu upaya PD Pasar Tohaga untuk menyadarkan para pedagang akan adanya hukum agama dan negara.

“Sudah ada Undang undang yang mengatur soal timbangan. Jadi jika masih ada pedagang melanggar, bisa dikenakan sanksi hukum,” tegas Doni.

Lebih lanjut Doni berharap, setelah Pasar Ciawi memenangkan lomba tersebut, diharapkan menjadi motivasi untuk pasar-pasar tradisional lainnya yang ada di Kabupaten Bogor agar melaksanakan tera ukur sesuai aturan.

“Yang lebih penting lagi, secara umumnya bisa meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap pasar-pasar tradisional,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Tertib Niaga pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor, Ludris menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Kementrian Perdagangan tersebut. Bahkan, pihaknya berencana akan melanjutkan program tera ulang ini ke semua pasar rakyat yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kami juga akan kerjasama dengan aparat kepolisian, sehingga jika ada pelanggaran tera bisa dikenakan sanksi sesuai Undang-undang yang ada,” tukasnya. (ris)