Connect with us

KABUPATEN BOGOR

Disdik Klaim Lahan SDN Ciherang Pondok Aset Pemda

Published

on

Bogorzone.com, Caringin – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor tegaskan, lahan yang kini ditempati SDN Ciherang Pondok, di Kampung Limusnunggal, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, mengklaim lahan yang digugat warga merupakan aset pemerintah daerah (Pemda).

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarpras Disdik Kabupaten Bogor, Deddy Syarifudin mengungkap, setelah dilakukan pengecekan riwayat tanahnya, lahan itu merupakan milik Pemkab Bogor. Tercatat sejak tahun 1992.

“Datanya juga sudah diakurkan dengan Pemerintah desa setempat,” ucapnya.

Kabid Pembinaan SD Disdik Kabupaten Bogor, Anwar Anggana mengungkapkan, agar tidak lagi terjadi persoalan serupa, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPKAD Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, seorang ahli waris mengaku sebagai pemilik lahan yang ditempati SDN Ciherang pondok di Kampung Limusnunggal RT 01/05 Desa Ciherangpondok, Kecamatan Caringin.

Owi Kodir, warga Kampung Babakan RT 02/04 Desa Ciherangpondok menyebut, dirinya merupakan salah satu ahli waris lahan seluas 1.500 m2 yang kini berdiri enam ruang kelas belajar dan satu unit ruang guru/kepala sekolah tersebut.Lahan tersebut milik keluarganya yang bernama Nini Enot istri dari Kakek Mustain.

Menurutnya, untuk ahli waris lahan seluas sekitar 1500 meter persegi itu, bukan hanya dirinya saja. Akan tetapi, ada beberapa keluarganya juga yang menjadi ahli waris. “Saya ingin ada penyelesaian dari pihak Pemkab Bogor, untuk masalah lahan sekolah tersebut,” ujarnya.

Owi mengakui, untuk alat bukti kepemilikan lahan itu milik keluarganya, pihaknya tidak memiliki apapun. Namun, bisa dibuktikan dengan banyaknya saksi yang mengetahui jika lahan itu milik keluarganya.

Kronologis lahan tersebut ditempati SDN Ciherang Pondok, lanjutnya, itu pada saat kepala desa terdahulu. Dan saat itu, tidak ada transaksi jual beli lahan, melainkan pinjam pakai.”Boleh di cek, pihak sekolah atau pemerintah punya bukti apa. Yang saya tahu hanya secarik kertas surat keterangan saja,” tegas Owi.

Ia meminta, Pemkab Bogor melakukan ganti rugi atau membebaskan lahan itu, sehingga tidak ada yang dirugikan.

Sementara Kepala Desa Ciherang Pondok, Aldi Wiharsa membenarkan adanya warga yang menggugat lahan SDN Ciherang Pondok.

Bahkan, tidak hanya satu orang saja yang datang ke desa untuk meminta bantuan menyelesaikan permasalahan lahan tersebut, tetapi ada beberapa warga yang mengaku ahli waris.

Sementara, Kepala SDN Ciherangpondok, Romilah mengaku pasrah. Apalagi perihal ini pihaknya hanya memiliki dokumen riwayat tanah yang diterbitkan Pemerintah Desa Ciherangpondok tahun 1992.

Dalam surat keterangan yang ditandatangani Kades Ciherangpondok, Udin Saefudin, dengan Nomor : 34/2008/XII/92 dituliskan bahwa tanah seluas 1.500 m2 yang terletak di Blok 05 Persil No. 250 sejak tahun 1975 dipergunakan oleh SDN Ciherangpondok.

Dijelaskan pula didalamnya bahwa tanah tersebut hasil swadaya murni masyarakat.

“Pihak yang mengaku ahli waris mulai mempermasalahkan status tanah SDN Ciherangpondok pada bulan Juni lalu. Perihal ini sudah saya laporkan ke Pemerintah Desa Ciherangpondok, Pemerintah Kecamatan Caringin dan Dinas Pendidikan melalui UPT Pendidikan Kecamatan Caringin. Bahkan November lalu difasilitasi pemdes dengan ahli waris, namun tidak ada solusi,” tukasnya. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KABUPATEN BOGOR

Wabup Terpilih Iwan Setiawan Minta PWBS Mengawal Pembangunan

Published

on

PWBS melakukan silaturahmi ke Saung Bromelia, Desa Leuwimalang.

Bogorzone.com, Cisarua – Paguyuban Warga Bogor Selatan (PWBS), diminta Wakil Bupati Bogor terpilih, H. Iwan Setiawan untuk ikut mengawal pelaksanaan pembangunan dikepemimpinan nya nanti. Hal itu dikatakan wakil bupati yang berpasangan dengan Hj. Ade Yasin saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bogor tersebut, saat PWBS melakukan silaturahmi ke Saung Bromelia, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu.

H. Iwan Setiawan, saat berbincang-bincang dengan warga yang tergabung kedalam PWBS menegaskan, keberadaan PWBS tentunya dapat dijadikan mitra kerja dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Bogor khususnya wilayah selatan lima tahun kedepan.

“PWBS juga nantinya tidak hanya ikut mengawal proses pembangunan saja, tetapi bisa memberikan masukan dan ajuan dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya kepada Bogorzone.com

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor itu pun mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada PWBS. Dimana, saat pelaksanaan Pilkada Bogor lalu, PWBS ikut mendukung Paslon HADIST.

“Kedepan saya akan sediakan sekretariat PWBS agar nantinya bisa dijadikan tempat berkumpul warga selatan,” papar H. Iwan Setiawan.

Sementara, koordinator PWBS, Azet Basuni mengaku senang dengan pernyataan Wabup Bogor terpilih yang akan melibatkan PWBS dalam mengawal pelaksanaan pembangunan wilayah selatan.

“Kami siap membantu mengawal pembangunan di Kabupaten Bogor khususnya wilayah selatan,” tegasnya.

Azet pun menyatakan akan memasukkan Wabup Bogor terpilih menjadi penasehat didalam kepengurusan PWBS. Sehingga, setiap program-program pemerintah selama kepemimpinannya dapat terarah dan berjalan sesuai harapan warga.

“Tentunya kami sangat mendukung penuh setiap program pemerintah kedepan,” tukasnya. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Operasi Nahya dan Abainya Pemkab Bogor Terhadap Rakyatnya

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Kabupaten Bogor yang memiliki APBD Rp6 triliun dan selalu berkoar ingin menjadi kabupaten termaju di Indonesia nampaknya masih salah pengelolaan. Selain masih banyak ditemukan rakyatnya yang bergizi buruk dan miskin, Bupati Bogor dan jajarannya ternyata juga belum mampu meski hanya mengurusi satu orang rakyatnya yang menderita penyakit tumor.

Hal ini seperti dialami Nahya, warga Kampung Leuwihiyem, Desar Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Remaja berusia 17 tahun ini menderita tumor di kepalanya.

Sejak satu tahun yang lalu, putra dari Amsori ini mulai menjalani proses pengobatan Nahya. Dimulai dari tingkat Puskesmas, RSUD Leuwiliang, dari RSUD Leuwiliang mendapat rujukan ke RS PMI Bogor, barulah dari RS PMI Bogor mendapat rujukan ke RS Fatmawati, Jakarta. Proses operasi pengangkatan tumor di kepala Nahya dapat dilaksanakan pada Senin, 9 Juli 2018. Tumor yang sudah ada di kepala Nahya sejak ia kecil kini telah berhasil diangkat.

Namun, ada cerita yang cukup menyedihkan di balik seluruh proses pengobatan Nahya. Rija Lujaman, pemuda asal Kampung Leuwihiyem, Desar Argapura, Kecamatan Cigudeg, yang telah berani memulai untuk membawa Nahya berobat sampai proses operasi Nahya.

Bermodal kartu BPJS PBI, Rijal mulai membawa Nahya berobat didampingi dengan beberapa kawannya. Rijal membentuk Tim Relawan Peduli Nahya. Namun disayangkan, nyaris tak ada bentuk peran bantuan berarti yang dirasakan Nahya dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Pemkab Bogor seperti menutup mata atas apa yang melanda salah satu warganya. Bayangkan saja, hampir selama satu tahun lebih proses pengobatan, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak terlibat secara aktif dalam proses penyembuhan Nahya. Padahal keluarga Nahya serba kekurangan. Jangankan untuk membawanya berobat, untuk makan sehari-haripun sulit,” kata Rijal didampingi sejumlah kader mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ciputat.

Rijal bersama Tim Relawan Peduli Nahya pernah mengajukan proposal dana swadaya untuk membantu proses pengobatan Nahya. Proposal ini mereka ajukan atas dasar rekomendasi dari Pemerintah Kecamatan Cigudeg. Namun, sampai berlangsungnya proses operasi Nahya, Pemkab Bogor belum menindaklanjutinya.

“Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kita. Kemana pemerintah disaat rakyatnya membutuhkan? Apakah rakyat harus mengemis kepada pemerintah? Jadi ini bukan sekadar perkara seseorang yang terkena penyakit, perkara lain ialah bagaimana Pemerintah Kabupaten Bogor mampu mengkoordinasikan instansi-instansi yang berada di bawahnya, agar dapat bekerja secara maksimal,” ungkap Rijal.

“Belajar dari Nahya, penyakit yang tak kunjung diobati membuat ia terpaksa berhenti sekolah karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Artinya, pemerintah harus lebih peka, sigap, dan tanggap dalam memaksimalkan jajaran dan instansi yang berada di bawahnya, agar nantinya tidak ada lagi warga yang bernasib sama seperti Nahya,” imbuhnya.(cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

H. Iwan Setiawan Berikan Apresiasi Kepada Empat Walpri

Published

on

Bogorzone.com, Cisarua – Empat pengawal pribadi (Walpri) mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati (Wabup) Bogor terpilih H. Iwan Setiawan, karena sudah mendampinginya selama beberapa bulan atau saat masa kampanye.

Wabup yang berpasangan dengan Hj. Ade Yasin dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor itu menilai, kinerja Walpri sudah maksimal menjalankan kinerjanya. Sehingga, patut diberikan apresiasi.

“Suka dan duka Walpri selama ikut mendampingi saya, banyak sekali dan tidak mungkin bisa saya lupakan. Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para Walpri,” ujarnya saat melakukan kegiatan di Saung Bromelia Hankam, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (9/7) malam.

Dihadapan para istri ke empat Walpri, H. Iwan Setiawan meyakinkan selama mendampinginya, betul-betul menjalankan tugas sesuai perintah lembaganya.

“Jadi ibu, kalau ke empat Walpri ini suka pulang larut malam, memang mendampingi saya kemana pun juga,” papar dihadapan para istri Walpri tersebut.

H. Iwan berharap, silaturahmi tetap terjalin dengan baik bersama Walpri dan keluarganya. Sehingga hubungan persaudaraan terus terjalin dan terbangun dengan baik.

Brigadir Arif Wibowo Suharto, anggota Reskrim Polsek Klapanunggal yang terpilih mendampingi Wabup Bogor, H. Iwan Setiawan mengaku, dirinya tidak kenal dengan H. Iwan Setiawan saat terpilih mendampinginya selama masa kampanye.

“Saya tidak kenal dengan Wabup Bogor, H. Iwan Setiawan walaupun saya pernah tugas di Polsek Ciawi,” jelasnya.

Arif menjelaskan, pada Bulan Februari 2018, awal dirinya ikut mendampingi H. Iwan Setiawan dan diperkenalkan ketiap wilayah yang ada di Kabupaten Bogor.

“Setelah saya ikut mendampingi, ternyata ditiap wilayah itu berbeda-beda, baik wilayah selatan, timur, tengah, utara dan barat. Yang paling rawan atau zona merah itu wilayah barat Kabupaten Bogor, tapi Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik, aman dan sukses,” tukas Arif. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
December 2017
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Trending