Connect with us

KABUPATEN BOGOR

Antisipasi Silpa Di PUPR, Sekda Perintahkan PPK Dorong Pemborong Cairkan Pembayaran

Published

on

Bogorzone.com, Megamendung – Besarnya anggaran yang tidak terserap atau Silpa selama kurun 2 tahun di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, seakan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Adang Suptandar.

Saat meninjau sejumlah proyek pembangunan dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) didua wilayah selatan, yakni Kecamatan Megamendung dan Cisarua, pejabat nomor dua di Bumi Tegar Beriman itu meminta, para pelaksana pengerjaan proyek pembangunan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, untuk segera mempersiapkan administrasi penagihan pembayaran yang belum dibayarkan.

“Saya tugaskan kepada seluruh PPK, segera mendorong para pelaksana yang pengerjaannya sudah selesai untuk mencairkan pembayaran,” tegas Adang, ketika meninjau beberapa proyek pengerjaan infrastruktur di Kecamatan Megamendung dan Cisarua, Minggu (27/11/2017).

Menurut Adang, pencairan yang dilakukan para pelaksana, bertujuan agar anggaran yang dikelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Bogor dapat terserap, sehingga menghindari Silpa pada tahun anggaran 2017 ini.

“Jangan sampai pengerjaan telah tuntas, tetapi secara administrasi duitnya masih mengendap,” jelasnya.

Adang pun memerintahkan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) PUPR, untuk selalu mengontrol dan mengendalikan pengerjaan proyek infrastruktur agar pengerjaannya sesuai dengan waktu pelaksanaan. Hal tersebut agar jangan sampai terjadi pemutusan kontrak akibat wanprestasi.

Selain mengawasi, kata Adang, UPT PUPR juga harus bisa mengontrol pekerjaan para pelaksana dengan kewenangan yang dimiliki, agar pengerjaan yang mereka lakukan bisa selesai tepat waktu.

“Pemkab Bogor tidak akan segan-segan memindak tegas pelaksana, apabila menemukan pengerjaan yang tak sesuai perencanaan maupun tidak selesai tepat waktu. Apalagi jalur ini, banyak digunakan para pengendara menuju kawasan wisata Pantai,” tegasnya.

Sementara, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciawi, Eko Sulistianto mengungkapkan, pihaknya bersama para pengamat di UPT, selalu memonitoring dan mengevaluasi terhadap kegiatan yang ada di wilayahnya.

Bahkan, jika dalam pekerjaan tersebut terjadi temuan terhadap pengukuran hasil pelaksanaan yang tidak sesuai dan disetujui, pihaknya akan dengan tegas memotong anggaran pekerjaan dan mengembalikan ke kas daerah sesuai dengan aturan.

“Jadi, pengukuran terhadap hasil pelaksanaan yang telah direncanakan dan disetujui akan kami bayar ke pelaksana proyek. Makanya, kami terus awasi dan evaluasi terhadap pengerjaan dilapangan. Dengan begitu, para pelaksana tidak main-main dalam pengerjaan proyek infrastruktur di wilayah kami,” tukas Eko.

Pada kesempatan tersebut, Adang yang didampingi Kepala Dinas PUPR, Camat Megamendung dan Cisarua, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Ciawi serta sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Bogor, meninjau pengerjaan pembangunan rest area yang berada disamping Kawasan Wisata Gunung Mas. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Wabup Terpilih Iwan Setiawan Minta PWBS Mengawal Pembangunan

Published

on

PWBS melakukan silaturahmi ke Saung Bromelia, Desa Leuwimalang.

Bogorzone.com, Cisarua – Paguyuban Warga Bogor Selatan (PWBS), diminta Wakil Bupati Bogor terpilih, H. Iwan Setiawan untuk ikut mengawal pelaksanaan pembangunan dikepemimpinan nya nanti. Hal itu dikatakan wakil bupati yang berpasangan dengan Hj. Ade Yasin saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bogor tersebut, saat PWBS melakukan silaturahmi ke Saung Bromelia, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu.

H. Iwan Setiawan, saat berbincang-bincang dengan warga yang tergabung kedalam PWBS menegaskan, keberadaan PWBS tentunya dapat dijadikan mitra kerja dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Bogor khususnya wilayah selatan lima tahun kedepan.

“PWBS juga nantinya tidak hanya ikut mengawal proses pembangunan saja, tetapi bisa memberikan masukan dan ajuan dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya kepada Bogorzone.com

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor itu pun mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada PWBS. Dimana, saat pelaksanaan Pilkada Bogor lalu, PWBS ikut mendukung Paslon HADIST.

“Kedepan saya akan sediakan sekretariat PWBS agar nantinya bisa dijadikan tempat berkumpul warga selatan,” papar H. Iwan Setiawan.

Sementara, koordinator PWBS, Azet Basuni mengaku senang dengan pernyataan Wabup Bogor terpilih yang akan melibatkan PWBS dalam mengawal pelaksanaan pembangunan wilayah selatan.

“Kami siap membantu mengawal pembangunan di Kabupaten Bogor khususnya wilayah selatan,” tegasnya.

Azet pun menyatakan akan memasukkan Wabup Bogor terpilih menjadi penasehat didalam kepengurusan PWBS. Sehingga, setiap program-program pemerintah selama kepemimpinannya dapat terarah dan berjalan sesuai harapan warga.

“Tentunya kami sangat mendukung penuh setiap program pemerintah kedepan,” tukasnya. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Operasi Nahya dan Abainya Pemkab Bogor Terhadap Rakyatnya

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Kabupaten Bogor yang memiliki APBD Rp6 triliun dan selalu berkoar ingin menjadi kabupaten termaju di Indonesia nampaknya masih salah pengelolaan. Selain masih banyak ditemukan rakyatnya yang bergizi buruk dan miskin, Bupati Bogor dan jajarannya ternyata juga belum mampu meski hanya mengurusi satu orang rakyatnya yang menderita penyakit tumor.

Hal ini seperti dialami Nahya, warga Kampung Leuwihiyem, Desar Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Remaja berusia 17 tahun ini menderita tumor di kepalanya.

Sejak satu tahun yang lalu, putra dari Amsori ini mulai menjalani proses pengobatan Nahya. Dimulai dari tingkat Puskesmas, RSUD Leuwiliang, dari RSUD Leuwiliang mendapat rujukan ke RS PMI Bogor, barulah dari RS PMI Bogor mendapat rujukan ke RS Fatmawati, Jakarta. Proses operasi pengangkatan tumor di kepala Nahya dapat dilaksanakan pada Senin, 9 Juli 2018. Tumor yang sudah ada di kepala Nahya sejak ia kecil kini telah berhasil diangkat.

Namun, ada cerita yang cukup menyedihkan di balik seluruh proses pengobatan Nahya. Rija Lujaman, pemuda asal Kampung Leuwihiyem, Desar Argapura, Kecamatan Cigudeg, yang telah berani memulai untuk membawa Nahya berobat sampai proses operasi Nahya.

Bermodal kartu BPJS PBI, Rijal mulai membawa Nahya berobat didampingi dengan beberapa kawannya. Rijal membentuk Tim Relawan Peduli Nahya. Namun disayangkan, nyaris tak ada bentuk peran bantuan berarti yang dirasakan Nahya dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Pemkab Bogor seperti menutup mata atas apa yang melanda salah satu warganya. Bayangkan saja, hampir selama satu tahun lebih proses pengobatan, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak terlibat secara aktif dalam proses penyembuhan Nahya. Padahal keluarga Nahya serba kekurangan. Jangankan untuk membawanya berobat, untuk makan sehari-haripun sulit,” kata Rijal didampingi sejumlah kader mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ciputat.

Rijal bersama Tim Relawan Peduli Nahya pernah mengajukan proposal dana swadaya untuk membantu proses pengobatan Nahya. Proposal ini mereka ajukan atas dasar rekomendasi dari Pemerintah Kecamatan Cigudeg. Namun, sampai berlangsungnya proses operasi Nahya, Pemkab Bogor belum menindaklanjutinya.

“Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kita. Kemana pemerintah disaat rakyatnya membutuhkan? Apakah rakyat harus mengemis kepada pemerintah? Jadi ini bukan sekadar perkara seseorang yang terkena penyakit, perkara lain ialah bagaimana Pemerintah Kabupaten Bogor mampu mengkoordinasikan instansi-instansi yang berada di bawahnya, agar dapat bekerja secara maksimal,” ungkap Rijal.

“Belajar dari Nahya, penyakit yang tak kunjung diobati membuat ia terpaksa berhenti sekolah karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Artinya, pemerintah harus lebih peka, sigap, dan tanggap dalam memaksimalkan jajaran dan instansi yang berada di bawahnya, agar nantinya tidak ada lagi warga yang bernasib sama seperti Nahya,” imbuhnya.(cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

H. Iwan Setiawan Berikan Apresiasi Kepada Empat Walpri

Published

on

Bogorzone.com, Cisarua – Empat pengawal pribadi (Walpri) mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati (Wabup) Bogor terpilih H. Iwan Setiawan, karena sudah mendampinginya selama beberapa bulan atau saat masa kampanye.

Wabup yang berpasangan dengan Hj. Ade Yasin dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor itu menilai, kinerja Walpri sudah maksimal menjalankan kinerjanya. Sehingga, patut diberikan apresiasi.

“Suka dan duka Walpri selama ikut mendampingi saya, banyak sekali dan tidak mungkin bisa saya lupakan. Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para Walpri,” ujarnya saat melakukan kegiatan di Saung Bromelia Hankam, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (9/7) malam.

Dihadapan para istri ke empat Walpri, H. Iwan Setiawan meyakinkan selama mendampinginya, betul-betul menjalankan tugas sesuai perintah lembaganya.

“Jadi ibu, kalau ke empat Walpri ini suka pulang larut malam, memang mendampingi saya kemana pun juga,” papar dihadapan para istri Walpri tersebut.

H. Iwan berharap, silaturahmi tetap terjalin dengan baik bersama Walpri dan keluarganya. Sehingga hubungan persaudaraan terus terjalin dan terbangun dengan baik.

Brigadir Arif Wibowo Suharto, anggota Reskrim Polsek Klapanunggal yang terpilih mendampingi Wabup Bogor, H. Iwan Setiawan mengaku, dirinya tidak kenal dengan H. Iwan Setiawan saat terpilih mendampinginya selama masa kampanye.

“Saya tidak kenal dengan Wabup Bogor, H. Iwan Setiawan walaupun saya pernah tugas di Polsek Ciawi,” jelasnya.

Arif menjelaskan, pada Bulan Februari 2018, awal dirinya ikut mendampingi H. Iwan Setiawan dan diperkenalkan ketiap wilayah yang ada di Kabupaten Bogor.

“Setelah saya ikut mendampingi, ternyata ditiap wilayah itu berbeda-beda, baik wilayah selatan, timur, tengah, utara dan barat. Yang paling rawan atau zona merah itu wilayah barat Kabupaten Bogor, tapi Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik, aman dan sukses,” tukas Arif. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
November 2017
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Trending