Connect with us

KAMPUS

Peduli Muslim Rohingya, Ratusan Pelajar SDN Cibogo Gelar Doa Bersama

Published

on

Bogorzone.com, Cigombong – Ratusan pelajar sekolah dasar negeri (SDN) Cibogo, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mengelar doa bersama di halaman sekolah, Sabtu (9/9/2017). Aksi doa dan sholawat nabi itu, dilakukan para siswa-siswi dan guru sebagai bentuk kepedulian terhadap muslim Rohingya di Myanmar.

Yanti Ismawati, guru SDN Cibogo mengatakan, doa dan sholawat bersama yang di lakukan semua siswa-siswi di sekolah nya itu, sebagai bentuk kemanusiaan terhadap warga muslim Rohingya yang mengalami kekejaman.

“Kami disini sangat mengutuk kekejaman yang dialami muslim Rohingya,” ujarnya kepada Bogorzone.com.

Menurutnya, dalam aksi yang di mulai dari pukul 08-10 WIB itu, siswa-siswi maupun guru mendoakan agar warga muslim Rohingya diberikan kekuatan, ketabahan serta selalu dalam lindungan Allah SWT.

“Alhamdulillah, kami juga mengumpulkan uang sumbangan untuk diberikan kepada muslim Rohingya yang saat ini sedang diungsikan di Bangladesh,” papar Yanti.

Usmaulsanti, siswi kelas V SDN Cibogo mengaku prihatin dengan keberadaan muslim di Rohingya Myanmar. Sehingga, semua siswa-siswi​ di sekolah ini mengelar aksi doa bersama sambil bersholawat.

“Mudah-mudahan doa kami semua didengar Allah SWT. Dan semua muslim Rohingya yang sekarang sudah mengungsi di Bangladesh, diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani musibah tersebut,” tukasnya. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KAMPUS

Sistem Zonasi dalam Penerimaan Murid Baru Minim Sosialisasi

Published

on

Bogorzone.com, Caringin – Mulai tahun ajaran baru 2017-2018, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di setiap sekolah negeri menerapkan sistem zonasi dan besaran nilai skors calon murid baru. Meski dinilai bagus, namun penerapan sistem ini masih minim sosialisasi.

“Bagus. Niat pemerintah dengan sistem zonasi ini salah satunya untuk menghilangkan status sekolah favorit sehingga ada pemerataan. Selain itu siswa yang tinggal di kecamatan A diharapkan sekolah di kecamatan A. Tapi, saya merasakan sosialisasinya masih minim,” kata Ketua PGRI Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Engkas Kasmawinata.

Lantaran, lanjut Engkas, pada kenyataannya memang di sekolah-sekolah yang dianggap favorit itu sarana prasarana atau fasilitas dan guru-gurunya lebih lengkap.

Selain itu, saat ini jumlah calon siswa tidak sedikit yang lebih dekat jaraknya jika bersekolah ke lokasi sekolah di kecamatan tetangganya. “Misalnya calon siswa tinggal di Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Maka sebetulnya lebih dekat sekolah ke SMA atau SMP Ciawi di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor,” katanya menyontohkan.

Terkait dengan sistem skors yang diterapkan pihak sekolah bagi calon murid baru, kata Engkas, hal ini untuk menyesuaikan dengan jumlah kuota bangku yang tersedia di sekolah tersebut. “Memang tidak menutup kemungkinan sekolah menerima calon siswa dari luar kecamatan kalau nilai skornya tinggi,” imbuh Engkas. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KAMPUS

Pomad Renovasi Gedung SDN 1 Palasari Cileungsi

Published

on

Bogorzone.com, Cileungsi – Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) mengadakan karya bakti dan bakti sosial bertempat di SDN 1 Palasari Cileungsi. Pomad berkesempatan merenovasi sekolah dan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar, pada Kamis (8/6/2017).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti dan Danpuspomad, Mayjen TNI Dedi Iswanto.

Bupati Bogor mengucapkan rasa terima kasih karena telah melakukan rehabilitasi pembangunan SDN 1 Palasari Kecamatan Cileungsi ini, sehingga kondisi sekolah menjadi lebih representatif, baik dalam proses belajar mengajar, maupun bagi pengembangan situasi sosial yang kondusif di sekitarnya.

“Pomad memberi ruang ekspresi kepedulian dan kesetiakawanan sosial. Ini merupakan salah satu modal penting dalam membangun tatanan sosial yang rukun, damai, sejahtera dan berkualitas,” ujarnya.

Selain itu, Nurhayanti menyatakan, inisiatif dan partisipasi berbagai pihak untuk membantu upaya rehabilitasi bangunan sekolah, merupakan dukungan yang sangat membesarkan hati dan memberi harapan berkurangnya putus sekolah.

Sehingga, sambung bupati, pada gilirannya mampu mencapai target rata rata lama sekolah 9 tahun atau minimal 8,10 tahun pada tahun 2018 mendatang.

“Partisipasi Pomad dalam merehabilitasi SDN 1 Palasari Cileungsi diharapkan berhasil menguatkan kesadaran, bahwa pembangunan bukan hanya merupakan tugas pemeintah, tetapi kewajiban bersama seluruh komponen masyarakat, termasuk TNI sebagai salah satu unsur pelindung, pembina, pembimbing dan pendorong dalam segala aspek kehidupan maupun penghidupan rakyat,” imbuhnya.

Nurhayanti berharap, seluruh warga SDN 1 Palasari, mulai dari kepala sekolah sampai peserta didik, agar hasil rehabilitasi gedung sekolah ini dipelihara dengan baik dan dapat didayagunakan dalam jangka panjang.

Danpuspomad, Mayjen TNI Dedi Iswanto mengatakan, setiap tahunnya Pomad selalu mengadakan karya bhakti dan bhakti sosial yang bertujuan membantu masyarakat. Dengan begitu, keberadaan TNI ada ditengah-tengah masyarakat.

Dedi mengungkapkan, dipilihnya bidang pendidikan, karena sekolah merupakan sarana yang sangat penting untuk menciptakan generasi penerus bangsa berakhlak mulia dan berkarakter.

“Saya ingin kedepan generasi penerus bangsa ini, berbudi pekerti yang baik agar tercipta generasi emas,” tukasnya. (ded)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KAMPUS

Daarul Uluum Adakan Pelatihan untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Menyikapi makin berkembangnya dunia pendidikan, Kepala Madrasah Daarul Uluum, H. Hasbulloh berusaha meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan pesantren Daarul Uluum Bogor. Salah satunya dengan melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru.

“Pesantren dan madrasah merupakan benteng masyarakat dalam menghadapi gempuran budaya asing yang belum tentu cocok bagi masyarakat Indonesia. Melalui pendidikanlah kami bisa mengabdi kepada masyarakat untuk mendidik generasi muda,” kata Hasbulloh.

H. Iie Naseri selaku Kepala Seksi Madrasah Kementerian Agama Kota Bogor, mengapresiasi upaya peningkatan mutu pendidikan di Daarul Uluum dengan melakukan diseminasi USAID prioritas dalam rangka peningkatan kompetensi guru madrasah.

“Upaya Daarul Uluum ini memberikan kontribusi positif dalam pembinaan guru di lingkungan madrasah,” tegas Iie Naseri.

Kegiatan diseminasi ini hasil kerja sama Daarul Uluum dengan USAID dalam program diseminasi USAID prioritas. Peserta sejumlah 50 orang guru dari Madrasah Daarul Uluum untuk semua rumpun mata pelajaran. Baik rumpun ilmu pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan alam, rumpun agama Islam maupun rumpun bahasa.

Narasumber dari USAID di antaranya Ai Suaebah, Dede Supardi, Eman Suherman, Rina Sabrina Wati, dan Ida Tutik Udiana.

Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari dengan materi yang beragam. Di antaranya, pembelajaran kontekstual dalam pengembangan kecakapan hidup, merumuskan pertanyaan yang mendorong siswa berpikir tingkat tinggi, penggunaan media pembelajaran secara efektif, model pembelajaran kooperatif, menciptakan lingkungan yang mendorong siswa belajar aktif, merancang pembelajaran yang efektif, dan praktek mengajar dan pembuatan RPP.

Dengan adanya diseminasi ini, narasumber yang juga pengawas madrasah di lingkungan Kemenag Kota Bogor, Ai Suaebah mengharapkan guru memiliki paradigma yang utuh dalam memahami kompetensi guru dan mampu mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran serta meningkatkan mutu pendidikan di Daarul Uluum.

Salah seorang peserta, Harun Muhamad Sueb mengungkapkan, dengan kegiatan ini dirinya lebih memahami kurikulum terbaru yang dikeluarkan pemerintah yaitu kurikulum tiga belas atau biasa disebut Kurtilas.

“Kemudian tentunya me-refresh kembali segala metode dan pembelajaran yang terkait dengan terkait. Pelatihan ini juga memberikan keuntungan bagi guru tidak terkecuali dengan guru untuk meningkatkan kompetensi untuk mengetahui tehnik dan nontehnik maupun prakteknya di kurtilas tersebut”. (dns)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
September 2017
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Trending