Pasar Ciawi Wakili Kabupaten Bogor di Lomba Tingkat Nasional

Bogorzone.com, Ciawi – Timbangan para pedagang di Pasar Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terus dilakukan tera ulang. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan timbangan dari pedagang terhadap masyarakat atau pembeli.

Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Doni Djatnika mengatakan, semenjak beberapa hari lalu, timbangan para pedagang di lokasi Pasar Ciawi, dilakukan tera ulang. Adapun ratusan timbangan yang di tera, yakni milik pedagang sembako, daging hingga timbangan emas agar sesuai ketepatannya.

“Ini merupakan terobosan kami untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat akan timbangan di pasar tradisional, sehingga pembeli tak risau dicurangi,” ujarnya kepada Bogorzone.com saat melakukan kunjungan ke Pasar Ciawi, Rabu (2/8/2018).

Kegiatan tera timbangan, lanjutnya, salah satu upaya PD Pasar Tohaga untuk menyadarkan para pedagang akan adanya hukum agama dan negara.

“Sudah ada Undang undang yang mengatur soal timbangan. Jadi jika masih ada pedagang melanggar, bisa dikenakan sanksi hukum,” tegas Doni.

Selain itu, sambung Doni, Pasar Ciawi, saat ini ditunjuk PD Tohaga sebagai perwakilan pasar tradisional di Kabupaten Bogor, dalam lomba penilaian Pasar Tertib Ukur dari BSML Regional II Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.

“Makanya kami terus melakukan kegiatan tera ulang di pasar tradisional Ciawi ini,” paparnya.

Lebih lanjut Doni berharap, Pasar Ciawi bisa memenangkan lomba tersebut. Sehingga, bisa mengharumkan nama Kabupaten Bogor, di tingkat nasional.

“Yang lebih penting lagi, secara umumnya bisa meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap pasar-pasar tradisional,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Tertib Niaga pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor, Ludris menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Kementrian Perdagangan tersebut. Bahkan, pihaknya berencana akan melanjutkan program tera ulang ini ke semua pasar rakyat yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kami juga akan kerjasama dengan aparat kepolisian, sehingga jika ada pelanggaran tera bisa dikenakan sanksi sesuai Undang-undang yang ada,” tukasnya. (ded)