Connect with us

KOTA BOGOR

Dari Menteri Hingga Pengamat, Apresiasi Klinik 24 Jam di TNGGP

Published

on

Bogorzone.com, Jakarta – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menyadari pentingnya berkontribusi kepada masyarakat sekitar area operasinya di Kabupaten Cianjur dan Bogor. Terutama dalam hal pelayanan kesehatan, karena hal itu adalah elemen penting dalam menunjang pembangunan. Salah satu wujud kontribusi nyata kepada masyarakat, seiring berkembangnya wisatawan dan para pendaki ahirnya pihak TNGGP mendirikan klinik Edelwais 24 Jam.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Lampung (Unila), Dedy Hermawan mengatakan, pengoperasikan unit fasilitas kesehatan Klinik 24 jam dinilainya akan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat yang selama ini jauh dari jangkauan dan Klinik 24 ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan berbagai Puskesmas di daerah pedesaan dalam menyediakan layanan kesehatan dasar yang berkualitas bagi masyarakat sekitar.

“Jadi apa yang digagas oleh, Plt Kepala Balai TNGGP dalam melakukan pelayanan publik dengan mendirikan Klinik, harus di apresiasi karena sangat membantu masyarakat sekitar juga para wisatawan dan pendaki. Apalagi klinik itu juga bukanlah untuk menggantikan pelayanan Puskesmas, namun di arahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan setempat dari sisi peralatan medis, obat-obatan, dan tenaga ahli,” ungkapnya kepada Wartawan di Jakarta.

Selain itu dengan adanya klinik tersebut, diharapkan dapat mempertanggungjawabkan dari pada beroperasinya lembaga layanan kesehatan itu, karena secara prosudural sudah benar, bahkan diapresiasi oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, agar masyarakat di kawasan itu tetap terjaga dengan baik.

“Oleh karenanya pemerintah melalui SKPD dibawahnya, selalu pro aktif untuk melakukan edukasi dengan mengimbau dan mengingatkan pentingnya kesehatan dan itu terbukti dengan berdirinya sebuah layanan/klinik kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat masalah kesehatan, Marius Widjajarta, menilai keberadaan layanan kesehatan klinik 24 jam yang ada di TNGGP adalah buah dari kebijakan pemerintah lewat Kementrian Kehutanan yang lebih memprioritaskan jaminan kesehatan masyarakat.

“Layanan kesehatan yang murah serta bertanggung jawab amat diinginkan masyarakat. Apalagi ini Gratis, bila ini sudah dapat disediakan pemerintah, maka praktik pelayanan kesehatan ilegal bakal tutup dengan sendirinya,” jelas Marius.

Secara umum Klinik 24 Jam di TNGGP ini melayani pemeriksaan kesehatan, pengobatan umum dan spesialistik, vaksinasi/imunisasi, pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga penyuluhan kesehatan. Klinik ini juga memberikan pelayanan rujukan terbatas dari Puskesmas, pemeriksaan laboratorium penunjang, serta membantu pengiriman logistic medis seperti obat dan vaksin kepada para pendaki dan wisatawan.

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Adison mengatakan pelayanan pengobatan kepada masyarakat adalah salah satu empati kita dalam hal mensejahterakan masyarakat untuk berobat gratis di tempatnya.

“ini wujud kepedulian TNGGP terhadap masyarakat sekitar, makanya kami melauncing klinik 24 jam di balai, agar masyarakat bisa menggunakan fasikitas kesehatan ini tanpa dipungut biaya,” ungkap Adison dalam keterangan tertulisnya kepada wartwan.

Hal itu juga, kata Adison, bukan hanya baru kali ini saja lahirnya kepedulian terhadap masyarakat. Karena sejak berdirinya Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGGP), pihaknya selslu peduli denfan apa yang dialami masyarakat sekirar. Terutama untuk para pengunjung sebagai wisatawan dan para pendaki.

“Jadi tidak benar kalo kami menutup mata terhadap kepedulian masyarakat di sekitar taman nasional gunung gede pangrango, dimana selama kurun beberapa bulan terakhir ini TNGGP selalu terdepan membantu kehidupan masyarakat secara sosial. Makanya sengaja kami bangun klinik berkonsep asri divdalam balai, agar terkesan seperti di rumah. Ya, untuk kenyamanan yang datang ke sini. Jadi lebih homey gitu,” tuturnya.

Klinik Kesehatan Edelwis 24 Jam ini, menurutnya, menerapkan pelayanan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Berbasis manajemn qalbu dan berdasarkan pada kepentingan, masyarakat, wisatawan dan para pendaki gunung.

Menurutnya, Klinik Kesehatan Edelwis 24 Jam, merupakan klinik yang melayani kesehatan dasar, termasuk pelayanan kesehatan gigi. Ada beberapa dokter yang siap melayani. “Setiap Senin sampai Jumat, kita buka jam sembilan pagi dan tutup jam lima. Kalau Sabtu, kita buka sampai jam 12. Hari Ahad kita libur,” paparnya.

Selain layanan kesehatan, Klinik Kesehatan Edelwis 24 Jam, juga membuka layanan pendampingan kesehatannya langsung dilakukan oleh dokter dan harapan ke depan, klinik ini dapat membantu masyarakat selama 24 jam penuh.

“Karena kami bercita-cita menjadi klinik yang mampu secara optimal membantu masyarakat dengan bsik. Sehingga dapat memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan,” pungkasnya. (vin)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BOGOR

PBB, Pemuda Bulan Bintang, Bima Arya

Published

on

Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor menggelar tasyakuran milad ke-20 serta melantik Pemuda Bulan Bintang.

Bogorzone.com, Bogor – Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor menggelar tasyakuran milad ke-20 serta melantik Pemuda Bulan Bintang. Acara dihelat di Gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Selasa malam (17/7/2018).

Kegiatan yang mengusung tema “bergerak bersama untuk menang” ini, dihadiri seluruh kader PBB serta Walikota Bogor terpilih Bima Arya dan Wakil Walikota terpilih Dedie A Rachim.

Ketua DPC PBB Kota Bogor, Subhan Murtadla, mengatakan, PBB sejak lahir pada tanggal 17 Juli 1998 didirikan dalam rangka ingin membentuk dan melahirkan para politisi yang memegang teguh pada kehidupan berbangsa dan bernegara yang konsensusnya pada penerapan nilai-nilai islam.

“Momentum milad PBB ke-20 ini bertepatan dengan pendaftaran terakhir bacaleg (bakal calon anggota legislatif). Dengan semangat milad ini PBB telah melahirkan 50 orang bacaleg untuk Kota Bogor, 9 orang dapil 3 kota Bogor dan Cianjur serta 3 provinsi. Sehingga ini menjadi modal dasar dalam melakukan langkah-langkah politik ke depannya,” ucap Subhan.

Subhan berharap masyarakat memberikan amanah dan simpatinya kepada PBB sehingga bisa melahirkan wakil rakyat yang amanah, bisa dipercaya dan bisa menyalurkan aspirasi rakyat khususnya Kota Bogor.

“Target dalam Pileg 2019 nanti PBB mempunyai keyakinan untuk membentuk satu fraksi artinya satu dapil satu kursi dan saya mempunyai keinginan dan sangat optimistis dalam Pileg 2019 nanti,” jelasnya. (dns)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BOGOR

Bupati Didesak Evaluasi Kinerja Seluruh SKPD

Published

on

Bupati Bogor, Nurhayanti. (kiri)

Bogorzone.com, Cibinong – Pilkada 2018 sudah usai dengan hasil suara terbanyak untuk pasangan Calon Bupati-Wajil Bupati, Hj.Ade Yasin dan H.Iwan Setiawan. Meski begitu, Bupati saat ini, Hj.Nurhayanti, diharapkan tetap fokus bekerja serta menjalankan roda pemerintahan daerah dengan optimal sampai akhir masa jabatannya pada 30 Desember 2018 mendatang.

Bupati Nurhayanti pun didesak untuk memperbaiki kinerja jajaran Pemkab Bogor yang akhir-akhir ini cenderung stagnan. Dimana, akibat Pilkada, banyak pejabat yang tidak fatsoen kepada Bupati dan dampaknya kinerja dinas dan badan di lingkungan Pemkab Bogor terkesan jalan sendiri-sendiri dan bahkan beberapa dinas terlihat buruk dalam melayani masyarakat.

Koalisi Masyarakat Bersih Pemantau Pemerintahan (KMBP2) Bogor Raya, Coky Pasaribu, dalam siaran persnya, Kamis (12/7/18), menilai kinerja para pejabat dan staf dinas serta badan di lingkungan Pemkab Bogor sepanjang dua tahun terakhir kepemimpinan Bupati Nurhayanti cenderung menurun akibat kehilangan motivasi serta terbawa suasana politik menjelang dan selama pelaksanaan Pilkada.

“Akibatnya berdampak buruk pada kinerja dinas dan unit kerja di Pemkab Bogor. Contoh Dinas PUPR yang banyak dikeluhkan masyarakat serta dirundung kasus dugaan fee proyek. Kemudian Dinas Pendidikan yang disorot dalam masalah penerimaan siswa baru dan proyek sekolah. Ada lagi Dinas Lingkungan Hidup yang dianggap warga tidak peka dan kurang maksimal dalam merespon aduan terkait limbah pabrik serta pencemaran sungai,” papar Coky.

Dalam kaitan itu, Coky pun mendesak Bupati Nurhayanti, Baperjakat dan BKPP segera melakukan evaluasi kinerja seluruh SKPD. “Hasil evaluasinya buka ke publik, umumkan berapa skor tiap-tiap SKPD, peringkat terendah 1,2,3 dan seterusnya harus dirombak. Copot pejabat pucuknya sampai ke bawah, terapkan punish and reward. Lalu berikan kesempatan kepada PNS lain untuk memimpin,” ujarnya.

Coky menambahkan, Bupati serta Baperjakat dan BKPP juga mesti memperhatikan masukan dari masyarakat terkait aduan kinerja SKPD. Dia menunjuk DPMPSPT Kabupaten Bogor yang dikomandani Joko Pitoyo dan Sonny Abdussukur sebagai Sekretaris, setahun terakhir sering dikeluhkan pelayanan dan sistem kerjanya.

“Terutama kaitan penerbitan izin, acapkali banyak aduan pihak DPMPSTP menerapkan standar ganda dan bahkan ada ketidakpastian hukum. Misalnya, ada beberapa investor mengajukan izin lokasi atau IPPT, sesuai Perda RT/RW lokasinya dibolehkan tapi terbentur rekomendasi dinas teknis, jadi ada kerancuan dan ego sektoral dalam pelayanan perizinan,” jelas Coky.

Dia pun menganggap petinggi DPMPSTP tidak berupaya melakukan antisipasi guna merespon keluhan tersebut, malah terkesan membiarkan karena pejabatnya tidak mau ambil pusing. Sehingga terjadi ketidakpastian yang membuat masyarakat kecewa dan banyak pelaku usaha resah karena aturan dikalahkan oleh kebijakan dinas teknis yang cenderung tidak profesional.

“Karena itu, Bupati dan Baperjakat harus mencermati aduan-aduan masyarakat dan meresponnya dengan melakukan pembenahan di dinas, badan dan unit kerja yang menjadi titik lemah dalam fungsi penyelenggaraan daerah, utamanya dalam pelayan perizinan yang sangat terkait dengan pendapatan daerah, perekonomian rakyat dan lapangan kerja. Sebaiknya ganti semua pejabat DPMPSPT,” imbuhnya. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BOGOR

Hj. Irawati Didapuk Jadi Ketua GTP

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Gerakan Tanam Pohon (GTP) kembali digelar. Pada acara penanaman ke-178 ini, para inisiator GTP sepakat menunjuk Hj. Irawati, SH sebagai ketua GTP menggantikan Hari Priyadi yang sudah selesai masa jabatannya yang lebih dari satu periode.

Heri Cahyono sebagai inisiator GTP, mengatakan, penunjukan itu disepakati oleh semua anggota pegiat GTP yang hadir pada kegiatan penanaman pohon ke-178 di Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (08/07/18)

“Masa jabatan Ketua GTP Hari Priyadi sudah usai dua tahun memimpin GTP. Perjuangan bersama para pegiat GTP dalam membangun rasa kecintaan masyarakat Kota Bogor untuk peduli lingkungan melalui tanam pohon sangat luar biasa dan patut mendapatkan apresiasi,” ucap Heri Cahyono.

“Hari ini kami sepakat untuk memberikan kepercayaan jabatan ketua GTP kepada Hj. Irawati untuk memimpin GTP ke depan. Beliau merupakan wanita yang sangat aktif dan juga sangat memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Saya yakin kepemimpinannya ke depan akan memberikan warna baru dan semangat baru bagi GTP dalam menyebarkan rasa peduli lingkungan bagi masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara Ketua GTP terpilih, Hj. Irawati menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan anggota GTP. “Tanggung jawab besar yang diberikan kepada saya untuk menjalankan harapan dan cita-cita GTP untuk membangun rasa peduli lingkungan bagi masyarakat Kota Bogor,” ungkapnya kepada awak media.

“Tentunya saya akan banyak belajar dengan ketua Hari Priyadi yang sebelumnya sudah memimpin GTP, sudah banyak karyanya bersama GTP hingga mencapai giat yang ke-178 ini,” lanjutnya.

“Yang jelas sekarang, saya siap dengan tanggung jawab sebagai ketua GTP untuk masa dua tahun ke depan, segala program kedepan akan saya jalani, tentunya akan ada warna baru dalam giat tanam pohon GTP bersama saya,” imbuhnya.(dns)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
July 2017
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Trending