Ngaku Khilaf, Agus Lecung dan Wartawan Selatan Menempuh Jalan Damai

Bogorzone.com, Cigombong – Perseteruan antara Agus Mulyadi atau biasa dipanggil Agus Lecung dengan wartawan yang meliput di wilayah selatan Kabupaten Bogor, akhirnya berakhir damai. Agus Lecung, adik dari pemilik Rumah Makan (RM) Umi Tambakan 61 yang berlokasi di Kampung Tambakan, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, mengaku khilaf dan terbawa emosi saat kunjungan Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, terhadap awak media yang saat itu sedang menjalankan tugasnya.

“Saya harap kejadian di lokasi RM Umi Tambakan 61 selesai. Dan kita sama-sama saling memaafkan,” katanya saat mengelar buka bersama (Bukber) bersama para awak media di wilayah selatan Kabupaten Bogor, di kediamannya, Kamis (15/6/2017).

Menurut Agus Lecung, memuncaknya amarah kepada rekan media, karena dituding sebagai pemilik tempat usaha kuliner yang berlokasi disekitar Danau Lido tersebut. Padahal, sesuai yang tertera didalam sertifikat tanah, lahan sebanyak tiga orang kepemilikan itu dibeli oleh salah satu keluarganya.

“Pemilik RM Umi Tambakan 61, masih keluarga saya, yakni kaka saya yang belum lama mengajukan pensiun dari kerjanya. Karena ingin berusaha, makanya membuka RM,” akunya.

Adapun terkait perizinan, lanjutnya, sudah dari tanggal 10 Februari 2017 lalu, pihak keluarganya sudah mengajukan proses izin ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Bahkan, telah beberapa kali dari perwakilan Pemkab Bogor, melakukan survei dan kajian terhadap keberadaan bangunan kuliner yang dibangun keluarganya tersebut.

“Kalau untuk biaya tidak usah disebutkan habis berapa. Yang jelas untuk menempuh proses izin, tidak kurang sudah puluhan juta dikeluarkan keluarga saya. Tapi, tidak tahu kenapa sampai sekarang belum juga diproses izinya,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi itu.

Ia pun berharap, dari pihak PSDA Provinsi Jawa Barat, segera memberikan surat tertulis untuk memberikan izin pemanfaatan sekitar daerah aliran sungai (DAS) Danau Lido agar proses perizinan secepatnya keluar.

“Terlebih bangunan RM yang dibuat, kondisinya semi permanen dan tidak merubah keberadaan Danau Lido, apalagi sampai melakukan perusakan sekitar kawasan tersebut,” tukas Agus Lecung. (ded)