Connect with us

KABUPATEN BOGOR

Mantan Kades dan BPD Setuju Pemekaran Bogor Selatan

Published

on

Bogorzone.com, Caringin – Rencana pemekaran selatan Kabupaten Bogor, ternyata bukan kali ini saja di gaungkan tokoh masyarakat. Sebab, dari tahun 2003 silam, keinginan masyarakat wilayah selatan untuk pisah dengan kabupaten induk pernah digagas.

Mantan Kepala Desa (Kades) Ciderum, Kecamatan Caringin, Oting Suherman mengatakan, wacana pemekaran wilayah selatan Kabupaten Bogor bukan hal baru. Pada zaman kepemimpinannya di Desa Ciderum, masyarakat pernah menginginkan untuk pisah dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Sayangnya saat itu keinginan masyarakat tidak berlanjut. Karena, banyak kepentingan pribadi atau kelompok yang memanfaatkannya,” katanya kepada Bogorzone.com.

Menurutnya, secara geografis wilayah selatan yang meliputi tujuh kecamatan ini, sudah layak di mekarkan dan menjadi Kabupaten sendiri.

Apalagi, sambung Oting, masyarakat yang ada di wilayah selatan, memiliki sumber daya manusia yang tidak bisa diragukan lagi.

“Kalau ingin tahu, masyarakat selatan masuk kategori konseptor dalam pembangunan Pemkab Bogor. Sumber daya manusia nya mampu diadu dengan masyarakat wilayah lain,” paparnya yang juga sebagai tokoh masyarakat Ciderum.

Untuk itu, adanya pembentukan presidium pemekaran wilayah selatan ini, harus didorong seluruh lapisan masyarakat yang ada di tujuh wilayah, mulai Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, Cijeruk dan Tamansari.

“Mari kita sama-sama wujudkan pemekaran tersebut,” imbuh Oting.

Hal senada juga tegaskan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Achil yang mendukung adanya pemekaran selatan Kabupaten Bogor.

“Bila udah terpisah, mungkin pelayanan pemerintah dengan masyarakat tidak akan jauh. Kalau sekarang kan masyarakat harus ke Cibinong mau mengurus apapun, habis waktu dan butuh transportasi besar,” tukasnya. (ded)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KABUPATEN BOGOR

UPT Jalan Perbaiki Jalan Sukabirus Dibantu Pengembang Harmony

Published

on

Perbaikan jalan Bendungan-Sukabirus yang dilakukan oleh pegawai UPT.

Bogorzone.com, Bogor – Ruas jalan alternatif Bendungan (Ciawi) – Sukabirus (Megamendung) sepanjang tiga kilometer diperbaiki. Lantaran perbaikan ruas jalan tersebut belum mendapatkan pos anggaran dari APBD Kabupaten Bogor baik melalui pemeliharaan maupun lelang, perbaikan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) PT Harmony, pengembang perumahan Harmony.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Teknik Jalan dan Jembatan (TJJ) Wilayah Ciawi, Karlan, mengatakan, dalam pelaksanaannya perbaikan jalan Bendungan-Sukabirus dilakukan oleh pegawai UPT. “Jadi anggarannya ada sumbangan dana CSR dari PT Harmony dan pengerjaannya oleh pegawai UPT. Tidak benar kalau diberitakan, pelaksanaannya gotong royong oleh warga,” katanya.

Karlan menjelaskan, perbaikan mendesak terdapat di titik Sta 550 sebelum Kantor Kecamatan Megamendung. Di mana di lokasi, kondisi jalan menanjak curam dan rusak berat akibat aspal jalan terkikis air serta berlubang sangat dalam. (wan)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Kekey Bocah yang Ditolong Bala Badra, Begini Kabarnya

Published

on

Kekey Bocah yang Ditolong Bala Badra, Begini Kabarnya.

Bogorzone.com, Bogor – Akun Facebook Bima Arya Sugiarto dikirimi pesan oleh seseorang bernama Ade Suherman. Belakangan diketahui, pria itu merupakan ayah dari bocah bernama Kekey Aulia (8) yang sempat sakit parah lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan intensif oleh Bala Badra pada Jumat, 23 Maret 2018 lalu.

Isi pesan tersebut membuat terenyuh. Kekey yang saat ini kondisinya sudah pulih karena mendapatkan pertolongan cepat, mengucapkan terima kasih kepada Bima Arya dan Babeh Orie (relawan Bala Badra) yang fotonya sempat viral lantaran menggendong Kekey yang tampak lemah menuju RSUD Kota Bogor.

“Assalamualaikum Bapak Walikota Bogor dan Om Babeh Orie. Ini Kekey Aulia sudah pulang dari RSUD. Besok Kekey mau kontrol ke RSUD lagi. Bapak Walikota dan Om Babeh Orie terima kasih telah membawa Kekey ke RSUD. Datang ya ke rumah Kekey karena Kekey sudah sembuh. Kekey mau ngucapin terima kasih. Wassalam..,” tulis Ade Suherman.

Belum sempat dibalas oleh Bima Arya, Ade Suherman kemudian mengirim pesan lagi yang bertuliskan, “Langkah bapak Bima selalu baik buat rakyatnya yang begitu tulus untuk membantu. Semoga Allah selalu melindungi Bapak Bima yang sudah menolong Kekey Aulia,” katanya.

“Bapak dan mamah Kekey mengucapkan terima kasih dan beribu-ribu maaf. Tapi ada salam dari Kekey untuk Bapak Bima dan Babeh Orie. Kekey juga ingin ketemu lagi dengan bapak dan babeh Orie. Maju terus pak, semoga sukses selalu, bertambah rejeki  dan berkah,” tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, saat Bima Arya dan Dedie Rachim tengah bergerilya di Kampung Cilobang Tonggoh, RT 2 / RW 2, Situgede, Bogor Barat, seorang ibu bernama Uci Suciah (48) tiba-tiba menghampiri pasangan nomor urut 3 dalam Pilwalkot Bogor itu untuk memberitahukan kondisi sang buah hatinya.

“Sudah 10 hari demam tinggi. Nggak bisa apa-apa,” ucap Uci, dengan nada sedikit tersedak, Jumat (23/3/2018). 

Bima-Dedie yang dalam posisi sedang bergerilya di kawasan itu pun langsung berkoordinasi dengan tim untuk mengambil langkah dengan membawa anak tersebut ke rumah sakit terdekat. Melewati gang sempit, akhirnya tim tiba di rumah yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari kawasan agrowisata Setu Gede itu.

Tim Badra yang diwakili oleh Babeh Orie pun langsung memasuki rumah berukuran 4 x 5 meter persegi yang ditempati oleh delapan orang anggota keluarga itu. Uci bercerita, bahwa bungsunya itu tidak beranjak dari tempat tidurnya lantaran sakit sudah 10 hari. Demam tinggi setiap malam membuat bocah kelas 2 di SDN Situgede 1 itu sering kejang. “Saya nggak tega melihatnya seperti itu,” ujar Uci, lirih.

Sang suami, kata Uci, saat ini hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. “Dulunya dagang buah di Pasar Anyar. Tapi modalnya abis, nggak bertahan,” katanya.

Usai mempersiapkan keperluan untuk perawatan, Babeh Orie kemudian menggendong Kekey ke kendaraan operasional Badra menuju RSUD Kota Bogor untuk dilakukan pertolongan medis. Orangtua Kekey serta Ketua RT setempat, Devi Yuandita, ikut mendampingi proses tersebut.

Sesampainya di RSUD, Kekey langsung mendapatkan penanganan medis di IGD. Ade Suherman mengucapkan terimakasih respons yang diberikan Tim Badra terhadap sang buah hatinya. “Saya titip salam untuk Kang Bima dan Kang Dedie karena pertolongannya. Saya tidak bisa balas kebaikan beliau selain dengan doa,” ungkap Ade kepada Babeh.

Tak henti-hentinya ucapan syukur Ade bukan tanpa sebab. Pasalnya, ia merasa trauma ketika harus berhadapan dengan rumah sakit. “Anak saya, kakaknya Kekey, harus meninggal karena tidak ditangani dengan cepat oleh rumah sakit. Jadi, saya sangat terharu. Semoga peristiwa sedih itu cukup sekali terjadi. Saya tidak bisa apa-apa selain ikhlas,” ucap Ade.

Setelah berhari-hari Kekey dirawat inap secara intensif di Ruang Jasmine RSUD Kota Bogor, akhirnya Kekey pulih dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Dengan sembuhnya Kekey, dijadwalkan Bima-Dedie dan tim Bala Badra akan mengunjungi rumah Kekey dalam waktu dekat untuk memberikan suntikan motivasi. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Melestarikan Lingkungan, Pabrik AQUA Ciherang Lakukan Berbagai Inovasi

Published

on

Pabrik AQUA Ciherang terus mengembangkan energi terbarukan dalam melestarikan lingkungan.

Bogorzone.com, Caringin – Pelestarian lingkungan menjadi program Pabrik AQUA Ciherang. Pabrik yang berdiri sejak tanggal 15 Juni 2012 berlokasi di dua desa, yakni Desa Ciherang Pondok dan Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor itu, saat ini sedang dan sudah melakukan berbagai inovasi penting terkait menjaga keberadaan lingkungan di wilayah sekitar.

Berbagai terobosan yang sudah dilakukan seluruh jajaran direksi perusahaan Danone tersebut, seperti memanfaatkan sinar matahari, memanen air hujan dan menjalankan Zero Waste to Landfill sebagai program dalam operasional sehari-hari.

Engineering and Technovation Director Danone-AQUA, Budi Hartono Susilo mengungkapkan, saat ini Pabrik AQUA Ciherang telah dikembangkan menjadi pabrik yang betul-betul ramah lingkungan (green factory).

Selain melakukan efisiensi air dan energi sebagaimana yang dilakukan pabrik AQUA lainnya, kata Budi, Pabrik AQUA Ciherang juga telah mengembangkan energi terbarukan dengan memasang solar panel di atas bangunan pabrik. Solar panel ini dipasang dengan mengoptimalkan atap pabrik  menghasilkan energi sebesar 770 KWp atau dalam setahun menghasilkan 885.000 Kwh yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di pabrik.

Solar panel tersebut juga, lanjutnya, mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 860 Ton CO2 atau setara dengan pengurangan CO2 yang dihasilkan 15,000 pohon.

“Dengan instalasi ini, Pabrik AQUA Ciherang memanfaatkan sinar matahari yang bersinar bebas, menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat untuk operasional pabrik,” ujar Budi kepada wartawan saat di lokasi Pabrik AQUA Ciherang, Selasa (10/4/2018) siang.

Menurutnya, instalasi panel surya mulai dibangun di pertengahan tahun 2017 dan merupakan proyek pertama di Indonesia yang digunakan untuk konsumsi industri. Proyek ini dikerjakan oleh tim ahli yang sudah berpengalaman serta mempunyai rekam jejak baik dalam perancangan instalasi panel surya. Hal itu untuk memastikan bahwa rancangan instalasi panel surya ini dapat berjalan dengan aman dan baik, sesuai kaidah keamanan dan rekayasa teknik dan juga sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh PLN.

“Secara simbolis instalasi ini diresmikan oleh Muriel Jaujou, Danone Global Water Resource and Environment Director dalam suatu acara sederhana di Pabrik AQUA Ciherang pada November 2017,” jelas Budi.

Selain itu, dikembangkan juga program Panen Air Hujan (Rainwater Harvesting). Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Bogor, mendorong Pabrik AQUA Ciherang untuk memasang instalasi khusus untuk memanen air hujan pada kisaran rata-rata 201.000 liter sekali hujan.

Air hujan itu, sambung Budi, kemudian dialirkan ke bak penampung untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan domestik, sementara sisanya (overflow) dimasukan ke dalam tanah sebagai bagian konservasi air tanah.

Budi menjelaskan, dari hasil survei dalam setahun, hujan yang turun adalah selama 115 hari. Dengan demikian, air hujan yang dapat dipanen adalah sebesar 23.115.000 liter setahun.

“Itu merupakan jumlah air hujan yang cukup signifikan yang dapat dimanfaatkan sebagai penghematan air tanah dan membantu ketersediaan air tanah untuk generasi mendatang,” paparnya.

Program lain yang saat ini sedang berjalan di Pabrik AQUA Ciherang, penurunan seminimal mungkin sampah didalam pabrik yang biasanya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah melalui program Zero Waste to Landfill. Dalam hal ini, pihak pabrik berupaya maksimal agar tidak ada sampah, baik berasal dari karyawan maupun tamu-tamu yang datang ke pabrik. Hal tersebut ditempuh melalui perubahan kebiasaan untuk tidak menggunakan snack box, botol atau gelas minum sekali pakai, plastik, karton, kertas, dan lain-lain.

“Perubahan itu membuat Pabrik AQUA Ciherang dapat menurunkan sampah secara drastis, melakukan efisiensi dalam biaya pengelolaan sampah, dan tentu saja yang terpenting adalah ikut melestarikan lingkungan,” imbuhnya.

Sedangkan di luar pabrik atau di masyarakat, Pabrik AQUA Ciherang melakukan berbagai aktivitas CSR secara berkelanjutan. Dari hasil pemetaan persoalan lingkungan serta kebutuhan, Pabrik AQUA Ciherang menjalankan kegiatan konservasi, penyediaan akses air bersih, pemberdayaan masyarakat, dan perbaikan infrastruktur.

“Danone-AQUA akan meneruskan komitmennya untuk memimpin bisnis berkelanjutan dengan menginspirasi dan memfasilitasi aksi kebaikan melalui tiga pilar, yaitu kebaikan untuk alam, kebaikan untuk manusia dan kebaikan untuk masyarakat,” tukas Budi.

Pabrik AQUA Ciherang ini berdiri di atas lahan seluas 8,8 hektar. Pemanfaatan lahan untuk bangunan pabrik seluas 3,1 hektar dan 5,7 hektar digunakan sebagai ruang terbuka hijau. Saat ini Pabrik AQUA Ciherang mempekerjakan 260 orang yang 87% berasal dari sekitar pabrik. Mereka bekerja bersama untuk memproduksi AQUA kemasan galon, kemasan botol 600 ml, dan botol 330 ml. (ded)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
May 2017
M T W T F S S
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Trending