Anak 7 Tahun di Cibinong Jadi Korban Predator

Kota, Apa, Info, Kabar, Kabupaten, Wisata, Kuliner, Icon, Bogor, Bogorzone, Kebun, Raya
Anak 7 Tahun di Cibinong Jadi Korban Predator. - Bogorzone

Bogorzone.com, Cibinong – Predator kembali bergentayangan. Kali ini, Mawar (Bukan nama asli-red) anak pertama dari pasangan suami istri (Pasuntri) JP dan HY, warga Kampung Pajeleran RT 01 RW 08, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi korban pelecehan seksual sang predator.

Informasi yang dihimpun, pada hari Kamis (20/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB. Mawar bersama 4 orang temannya yakni IN, KL, BL dan LK sedang bermain petak umpat yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Saat ke empat teman Mawar lainnya bersembunyi, tiba-tiba datang sang predator bersama 3 orang kerabatnya dengan mengendarai mobil warna putih dan memaksa korban untuk masuk kedalam mobil serta mengajak berkeliling.

Ketika didalam mobil, sang predator dengan nama trennya adalah pedophilia ini, mulai melakukan aksi bejatnya dengan merayu Mawar sambil menyodorkan makanan dan minuman. Aksi sang predator sudah mulus, langsung menancap kendaraannya dan berkeliling di seputaran perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Mereka (Predator-red) sempat bertukar mobil di wilayah Kincir untuk mempelancarkan aksinya, namun sekitar pemakaman Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE), predator mulai melakukan aksi bejatnya.

Usai melampiaskan hawa nafsunya, bocah yang masih berumur 7 tahun ini diantar kembali ketempat semula serta mendapat ancaman agar tidak melaporkan hal tersebut kepada siapa pun.

“Kenapa abis main anak saya menangis dan merasa kesakitan dibagian kemaluannya, tidak seperti biasanya. Terus saya tanya sambil merayunya, anak saya baru menceritakan dan mengakui sudah mengalami pelecehan seksual,” kata Herli Yana orang tua Mawar sambil meneteskan air mata, Minggu (30/4/2017).

Setelah mendapatkan keterangan dari buah hatinya itu, pasutri tersebut langsung membawanya ke rumah sakit untuk melakukan visum dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

“Kata anak saya, pelaku itu sering di sekitar Perumahan Blok A dan sempat memberikan kopi serta wafer, mengaku namanya Muhamad Fahril. Pelaku juga sempat mengikat tagan anak saya dengan menggunakan tali sepatu dan menyumbat mulut menggunakan swetter. Ya kami memohon kepada pak polisi agar segera menangkap pelaku untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya.

Sementara, Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena membenarkan adanya kasus tersebut. Dan kasusnya saat ini tengah ditangani pihak kepolisian unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Kami masih mengumpulkan keterangan data dan saksi-saksi, serta masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit,” pungkasnya. (ded)