Connect with us

KABUPATEN BOGOR

Peringati Hari Air Sedunia, AQUA Grup Tanam Ribuan Pohon  

Published

on

Kota, Apa, Info, Kabar, Kabupaten, Wisata, Kuliner, Icon, Bogor, Bogorzone, Kebun, Raya

Bogorzone.com, Caringin – Memperingati Hari Air Sedunia ke-25 yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2017, AQUA Grup di Jawa Barat melakukan acara penanaman pohon yang melibatkan Dinas  Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Camat Caringin, Kepala Desa Pancawati, masyarakat dan karyawan-karyawati dari semua pabrik-pabrik AQUA yang berada di Jawa Barat.

Penanaman pohon di Desa Pancawati, Kabupaten Bogor yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Cisadane ini, selaras dengan upaya AQUA Grup untuk berkontribusi menjaga kuantitas dan kualitas air di DAS.

Hingga saat ini sebanyak 10.000 pohon telah ditanam di kawasan TNGGP dan DAS Ciasadane. Pohon-pohon yang ditanam itu terus dipelihara dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat untuk pelestarian lingkungan dan kehidupan manusia. Pohon-pohon itu berfungsi menjaga ketersediaan air, menjaga ekosistem hutan, dan memberikan oksigen.

Pada pembukaan acara Peringatan Hari Air Sedunia ini Kepala Pabrik AQUA Ciherang, Vijaya Anggraeni selaku tuan rumah, menjelaskan bahwa terdapat banyak program lain juga yang telah dan terus dilaksanakan Pabrik AQUA Ciherang sejak tahun 2013 hingga kini adalah kegiatan CSR dari hulu sampai hilir, yaitu Konservasi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS), Konservasi Berbasis Ekonomi Masyarakat (KOBEM), Kampung Sehat, dan Sanitasi Air Bersih (SAB).

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Pandji Ksyatriyadi menyatakan, menanam pohon itu penting dilakukan semua perusahaan maupun masyarakat.

Menurutnya, pilihan AQUA melakukan kegiatan penanaman dalam rangka memperingati Hari Air tentu sangat tepat. Penanaman pohon dan ketersediaan air saling berkaitan erat.

“Banyak pohon akan membantu air dapat terserap ke dalam tanah. Dengan demikian air tanah tetap terjaga dan lingkungan pun terpelihara secara baik,” ujarnya kepada Bogorzone.com usai menanam pohon.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mengapresiasi kegiatan penanaman pohon yang dilakukan AQUA.

“Saya berharap kedepannya bukan hanya AQUA saja yang melakukan kegiatan seperti ini, tapi perusahaan air lainnya pun melaksanakan seperti sekarang,” papar Pandji.

Kehadiran AQUA di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Barat senantiasa memerhatikan faktor sosial dan lingkungan. Hal itu selaras dengan komitmen perusahaan yang disebut komitmen ganda, yaitu pertumbuhan bisnis yang didukung pengembangan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk dengan Pemkab Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada peringatan Hari Air 2017 ini selain penanaman pohon, juga dilakukan pembuatan kolam resapan.

“Apa yang kita lakukan bersama-sama di Desa Pancawati pada hari ini, merupakan perwujudan komitmen perusahaan dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah daerah. Setiap kegiatan-kegiatan CSR AQUA selalu sejalan dan mendukung program-program pemerintah,” papar Vijaya Anggraeni, Kepala Pabrik Aqua Ciherang.

Peringatan Hari Air Sedunia ini berjalan semarak dengan terlibatnya para karyawan-karyawati AQUA yang berasal dari tujuh pabrik AQUA di Jawa Barat. Hadir pula Direktur Industrial Aqua Grup Regional 2 beserta tujuh kepala pabrik Aqua di Jawa Barat. Keterlibatan berbagai pihak dalam acara ini memberikan arti penting bahwa upaya pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. (ded)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KABUPATEN BOGOR

Hore Tol Bocimi Sudah Bisa Dilalui

Published

on

Bogorzone.com,Ciawi – Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi menjelang hari raya lebaran, dipastikan tidak akan terjadi lagi. Sebab, Tol Bocimi (Bogor, Ciawi, Sukabumi) seksi 1 sepanjang 15,3 KM telah dibukan secara fungsional tanpa tarif pada Jumat (8/6/2018) kemarin siang, tepatnya sejak pukul 13.00 WIB hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1439 hijriah.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Kamis (7/6/2018), meninjau kondisi Tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong.

“Tol Bocimi seksi I dari Ciawi ke Cigombong dengan panjang sekitar 15,3 km ini akan kita fungsikan mulai besok usai Shalat Jumat. Kondisi jalannya sudah mantap dan tengah penyelesaian pemasangan kelengkapan berupa rambu dan marka jalan. Saat ini progres Seksi I telah mencapai 89%,” kata Menteri Basuki.

Untuk mengoptimalkan arus lalu lintas, kendaraan yang diperbolehkan melintas, hanya kendaraan pribadi dengan kecepatan maksimal 40 km per jam. Selain itu juga dilakukan pengaturan dimana untuk tanggal 8-14 Juni 2018, tol fungsional diperuntukan bagi kendaraan dari arah Jakarta menuju Sukabumi.

“Sedangkan pada hari Idul Fitri, Jumat-Minggu (15-24 Juni 2018) hanya bisa dilewati kendaraan dari arah sebaliknya,” papar Basuki.

Dengan fungsionalnya ruas tol tersebut, akan signifikan mengurangi waktu tempuh Ciawi-Cigombong dari sekitar 1-2 jam menjadi sekitar 20 menit. Selama fungsional, telah disiapkan tiga pintu tol, yakni di pintu Tol Ciawi, kilometer 6+300 Cimande/Caringin, dan kilometer 15+300 Cijeruk/Cigombong.

“Antisipasi kemacetan dilakukan dimana Pintu Tol Caringin akan dibuka jika kepadatan panjang terjadi di pintu tol Cigombong,” ungkap Menteri PUPR tersebut.

Untuk memberikan kenyamanan, lanjut Basuki, pihak pengelola menyediakan tempat perhentian (rest area) sementara bagi pemudik, yakni di kilometer 10+700 yang dilengkapi parkir kendaraan, toilet, dan mushola.

Pembangunan Tol Bocimi dibagi menjadi empat seksi, antara lain Seksi I Ciawi-Cigombong 15,3 km, Seksi II Cigombong- Cibadak 11,9 km, Seksi III Cibadak-Sukabumi Barat 13,7 km, serta Seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur 13 km.  

“Pembangunannya menggunakan dana investasi badan usaha jalan tol (BUJT)  PT Trans Jabar Toll dengan saham mayoritas dimiliki oleh PT Waskita Toll Road dengan nilai investasi sebesar Rp 15,95 triliun,” jelas Basuki.

Kehadiran Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sepanjang 54 km ini, sambungnya, dapat menjadi jalan alternatif menuju Jawa Barat bagian Selatan, terutama bagi angkutan logistik yang selama ini harus berhadapan dengan kemacetan pada ruas jalan Ciawi-Cigombong-Cicurug-Cibadak.

Tol Bocimi juga akan memangkas jarak dan waktu tempuh Bogor-Sukabumi yang sekitar 67 km bila melalui jalan arteri, dari semula sekitar 5 jam menjadi sekitar 1-2 jam saja.

“Semakin lancarnya konektivitas diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah Sukabumi serta mendukung kawasan wisata di selatan Jawa seperti Pelabuhan Ratu,” tukas Menteri Basuki. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Sekda Lantik Ratusan Pejabat Eselon IV

Published

on

Suasana pelantikan 338 Pejabat Administrasi Pengawas (Eselon IV) di Gedung Tegar Beriman, Selasa (15/4/2018).

Bogorzone.com, Cibinong – Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar melantik 338 Pejabat Administrasi Pengawas (Eselon IV) di Gedung Tegar Beriman, Selasa (15/4/2018). Adang ditemanin Kepala BKPP Dadang Irfan dan Inspektur Kabupaten Bogor Kabupaten Bogor Benny Delyuzar.

Dalam sambutannya, Adang berpesan agar para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah jabatan dengan baik dan penuh tanggung jawab, sebagai wujud komitmen untuk memberikan pelayanan publik terbaik.

“Berikan pelayanan yang terbaik agar masyarakat merasakan keberadaan Pemerintah, karena posisi kalian berhadapan langsung dengan masyarakat, dengan peran dan tugas yang berkaitan dengan aspek teknis, perencanaan awal dan kontrol terhadap kinerja pegawai yang berada di dalam tanggung jawab kalian,” ujarnya.

Disamping itu, Adang mengingatkan, dalam kontestasi pilkada yang sedang berlangsung di Kabupaten Bogor, agar para ASN bersikap netral atau tidak berpiihak kepada pasangan calon sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang. Dirinya juga meminta para pejabat yang dilantik untuk mensosialisasikan aturan ini kepada pegawai di unit kerjanya masing-masing.

 “Prinsipnya jaga netralitas kita sebagai ASN melalui sikap, ucapan, perbuatan maupun tindakan yang mengarah kepada dukungan ke salah satu calon. Saya ingatkan bahwa sudah ada beberapa pejabat maupun staf di lingkup Pemkab Bogor yang sudah diberikan sanksi. Jadi saya minta sekali lagi, untuk jaga netralitas kalian,” tukas Adang. (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KABUPATEN BOGOR

Ganti Untung Lahan Tol Bocimi, Warga Cimande Hilir Minta Keadilan

Published

on

Bogorzone.com, Caringin – Warga Kampung Tenggek, RT 01/2, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, meminta keadilan kepada pemerintah. Hal itu terkait adanya dugaan intimidasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pembayaran ganti untung lahan Tol Bocimi.

Apid (30), pemilik lahan yang saat ini belum dilakukan ganti untung PUPR mengatakan, pihaknya merasa terintimidasi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR. Sebab, lahan miliknya seluas 164 meter, dibayar tidak sesuai yang diinginkan.

“Kami minta ganti untung lahan yang terkena pembebasan pembangunan Tol Bocimi sebesar Rp.500 juta. Tapi pihak PUPR hanya akan membayar sebesar Rp.351 juta,” ujarnya kepada Bogorzone.com, Senin (7/5/2018) siang.

Menurutnya, permintaan ganti untung lahan berikut bangunan yang sudah ditempati keluarganya selama puluhan tahun itu, sangat berasalan. Karena, dari awal pembebasan lahan untuk mega proyek tol tersebut, dinilai telah terjadi kejanggalan.

“Masa di satu hamparan lahan yang sama, harga ganti untung kepada pemilik berbeda-beda. Bahkan ada yang lebih tinggi harganya daripada lahan milik kami,” papar Apid.

Selain itu, ketidak adilan yang dilakukan pihak PUPR atau tim pembebasan lahan dari pemerintah, saat pihaknya mengajukan keberatan dengan harga yang sudah ditentukan.

Harusnya, lanjut Apid, baik itu pihak pemerintah desa, kecamatan, kabupaten hingga pemerintah pusat, melakukan musyawarah dengan para pemilik lahan yang keberatan.

“Saat ini ada tiga bidang di Desa Cimande Hilir yang lahannya belum dilakukan pembayaran ganti untung. Semuanya termasuk kami ingin ada perubahan harga ganti untung, sayang nya tidak ada upaya musyawarah, malah melakukan konsinyasi,” ungkapnya.

Apid menegaskan, pihaknya tidak akan menyerah dengan permasalahan tersebut. Terlebih, dari awal pihaknya sudah mengajukan keberatan dengan ganti untung yang diberikan pemerintah.

“Kami sebagai warga awam yang tidak tahu hukum, hanya minta keadilan. Ini lahan kami ko, kenapa harus dipaksa di jual tidak sesuai keinginan. Parahnya lagi, kami diminta untuk keluar dari rumah oleh pihak pengadilan negeri (PN) Cibinong sampai tanggal 9 Mei, sedangkan pembayaran ganti untung belum diterima kami,” tukasnya.

Pantauan di lokasi pembangunan Tol Bocimi, dari ketiga bidang lahan yang belum dibayar ganti untung, masih berdiri kokoh bangunan rumah dan ditempati beberapa kepala keluarga (KK). (ris)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
March 2017
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Trending