Connect with us

KOTA BOGOR

Pasar Cariu Singkirkan 27 Pesaing di Jabar

Published

on

Bogorzone.com, Bandung – Kerja keras seluruh direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, untuk melakukan pembenahan terhadap pasar-pasar tradisional dibawah pengelolaannya, kini berbuah manis. Itu dibuktikan dengan terpilihnya Pasar Cariu, sebagai juara 1 diajang lomba Pasar Rakyat yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun 2016.

Pasar Cariu yang menjadi Jargon Kabupaten Bogor, menyingkirkan 27 pesaing pasar rakyat lainnya se-Jabar. Dibabak final yang dilaksanakan Kamis (17/11/2016) bertempat di pelataran Gedung Sate Bandung, pasar yang berada di ujung wilayah utara Kabupaten Bogor itu, Pasar Cariu mengalahkan Pasar Sukatani milik Kota Depok dan Pasar Pabuaran Kota Cirebon di final menyambet predikat juara pertama kategori pasar kecil.

Hadiah secara simbolis diberikan langsung Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan kepada Bupati Bogor yang diwakili Asisten perekonomian dan pembangunan, Benny Delyuzar dengan mendapatkan satu unit truck sampah dan uang pembinaan sebesar 15 juta untuk para pedagang.

Awal perlombaan pasar Rakyat ini dimulai Sejak bulan oktober 2016 lalu, Pasar Cariu menjagokan produk- produk unggulan lokal seperti, Goreng Simeut, Goreng Ikan Cibeet, Cacing Sonari dan Gula Aren yang masing masing memiliki khasiat tersendiri.

Point yang dinilai memang tidak hanya soal kuliner, tapi juga kebersihan pasar, fasos fasum, tata pengelolaan dan kedisiplinan.

Dalam sambutannya, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan berharap agar Pasar Rakyat bisa terus termotivasi dan berinovasi dalam pengembangannya, apalagi Pasar Cariu dibangun dengan dana APBD Provinsi Jabar.

“Saya bersyukur atas terjaganya Pasar Cariu hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Tohaga, Romli Eko Wahyudi mengaku bangga atas prestasi yang diraih bersama jajaranna. Dirinya berharap, prestasi tak sampai disini dan bisa menular ke pasar lainnya yang ada di Kabupaten Bogor.

“Bagaimanapun ini merupakan hasil kerja bersama, sudah mengalahkan 27 lawan itu sudah bagus. Saya bangga,” tukasnya kepada bogorzone.com. (ded)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KOTA BOGOR

Kejari Diminta Berani dan Tegas soal Proyek R3 yang Diduga Banyak Penyimpangan

Published

on

Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor lebih berani dan bertindak tegas mengusut proyek R3.

Bogorzone.com, Bogor – Sejumlah pihak menyoroti tajam dugaan ketidakmatangan rencana pembangunan penataan Kota Bogor. Salah satunya soal proyek Jalan Regional Ring Road (R3). Karenanya, Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor lebih berani dan bertindak tegas mengusut proyek R3.

Dalam rilisnya, LPKP menyebut bahwa ada bidang tanah yang terkena jalan R3 yang diidentifikasikan merupakan tanah eks PT Graha Pakuan Permai (GPP) yang sudah diserahkan kepada PT Bank Aspac. Bidang bidang tanah tersebut belum bersertifikat. Direktur Pengelola Kekayaan Negara dan Sistem Informasi hanya menguasai dokumen berupa akta penyerahaan dan pemindahan hak dari PT GPP kepada Bank Aspac No. 79 tanggal 18 Desember 1998 dan Nomor 87 tanggal 18 Desember 1998.

“Sesuai dokumen-dokumen yang kami miliki, diketahui bahwa tanah yang telah dilepaskan haknya oleh PT GPP kepada Bank Aspac seluas 26.626 meter persegi terdiri dari 20 Surat Pernyataan Pelepasan Hak (SPPH) dan seluas 11.615 m2 yang terdiri dari 6 SPPH dan aset negara saat ini kena jalan R3 terdiri dari 9 SPPH. Kemudian yang menjadi janggal dan aneh bermula dari surat revisi permohonan P2T No.283/P2T/III/2013 tanggal 19 Desember 2013, yang semula akan dibebaskan seluas 15.807 m2 menjadi seluas 15.847 m2. yang terdiri 8.195 m2 untuk jalan R3 dan 7.652 m2 untuk Kantor Kelurahan dan Gedung Puskesmas dan jalur hijau,” beber Dorektur LPKP, Rahmat Syamsul Anwar.

Tetapi, sambung Rahmat, dalam Surat Direktur Pengelola Kekayaan Negara dan Sistem Informasi, Indra Surya, kepada Sekretaris Daerah Kota Bogor bahwa lahan negara yang kena jalan R3 hanya seluas 15.080 M. Berarti ada kelebihan luas tanah sebesar 767 m2.

“Jadi dari penjelasan di atas, kami dari LPKP menemukan adanya kelebihan dalam pembebasan tanah yang dimiliki oleh Ditjen PKNSI. maka untuk itu, LPKP meminta kepada Kejari Kota Bogor untuk segera turun dan memyidik amburadulnya pengadaan lahan jalan untuk R3. Kejari harus segera memanggil tim P2T seperti Ade Sarip Hidayat, Andi Tentri Abeng (Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor), drh Herlien Kresnaningrum (Kepala Dinas Pertanian), Dody Ahdiat (Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkot Bogor), Indra M Rusli (Kepala DCKTR), Rakhmawati (Camat Botim) dan Ida Priatna (Kabag Hukum). Jadi kami meminta Kejari selain memanggil nama nama di atas tersebut juga harus berani dan tegas,” tandasnya. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BOGOR

Ini Peluang yang Didapat, Bima Arya Jadi Pembicara Di Forum IMF-World Bank

Published

on

Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi pembicara di salah satu sesi dalam forum pertemuan tahunan yang digagas International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Westin Hotel Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).

Bogorzone.com, Bali – Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi pembicara di salah satu sesi dalam forum pertemuan tahunan yang digagas International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Westin Hotel Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018). Selain memaparkan mengenai konsep Kota Bogor, Bima Arya juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan di kota hujan.

Dalam forum internasional yang diikuti oleh delegasi dari berbagai negara itu, Bima Arya berbicara dalam sesi bertajuk ‘Inclusive Urbanization Amid Global Change’. Selain Bima, tampak pembicara lain dalam forum tersebut Vice President and Chief Operating Officer International Finance Corporation Stephanie von Friedeburg, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dan McKinsey Global Institute Director Jonathan Woetzel.

Menurut Bima, Kota Bogor saat ini tengah menghadapi dua tantangan arus simultan. Pertama, soal pertumbuhan penduduk dan kedua terkait Kota Bogor yang menjadi bagian dalam megapolitan Jabodetabek.

“Kota Bogor sebagai bagian dari megacity atau megapolitan Jakarta dan sekitarnya. Sekarang posisinya kedua di dunia setelah Tokyo dalam hal jumlah penduduk, yakni 32 juta jiwa. Belum lagi arus urbanisasi setiap tahun terus naik, komuter setiap hari 800 ribu orang per hari pulang pergi Jakarta Bogor. Dan jumlah pengunjung Bogor setiap weekend terus meningkat sekitar 300 ribu – 400 ribu orang,” ungkap Bima.

Karena itu, lanjut Bima tantangan bagi Pemkot Bogor dan wilayah megapolitan lainnya adalah bagaimana memastikan arus urbanisasi itu diiringi dengan peningkatan infrastruktur dan peningkatan layanan publik yang efektif dan efisien.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi. Sejak 2014 Kota Bogor membuka diri untuk berkolaborasi baik di skala lokal, nasional, maupun internasional. Bermitra dengan sektor swasta, kampus untuk menyusun konsep dan bermitra juga dengan komunitas. Karena tantangan urbanisasi tidak hanya bisa dihadapi sendirian oleh Pemkot tetapi juga dengan pihak lain,” jelasnya.

Dengan ritme pemerintahan saat ini yang serba cepat, menurut Bima, penting untuk melibatkan pihak swasta dalam kontribusi pembangunan. Karena, lanjut dia, negara berkembang tengah menghadapi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Seperti diketahui, kita tidak bisa terus mengandalkan APBD yang terbatas untuk mewujudkan akselerasi pembangunan. Peran serta pihak swasta untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci sukses. Seperti arahan Pak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar daerah bisa mencari sumber pembiayaan lain, salah satu opsinya adalah lewat skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha). Tapi ini sedang dimatangkan format yang pas agar sesuai aturan,” beber Bima.

Momentum di kegiatan bersama IMF-World Bank itu dimanfaatkan Bima Arya untuk membuka jalan kerja sama dan menjaring minat pihak swasta agar tertarik ikut terlibat dalam pembangunan daerah.

“Paling tidak dalam pertemuan tadi, bahwa Kota Bogor ini sudah masuk radar dari world bank dan IMF untuk menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian. Saya bertemu dengan banyak pembuat kebijakan, saya bertemu dengan banyak investor, dan akan diatur waktu beberapa investor terkemuka dunia untuk berkunjung ke Kota Bogor juga. Segera dalam waktu dekat. Saya juga bertemu dengan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata yang bilang Kota Bogor sebagai posisi strategis untuk menyambungkan layanan transportasi di wilayah Jabodetabek,” pungkasnya. (cep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KOTA BOGOR

Bantu Warga Berinteraksi Nyata, Oreo Bangun Taman di Bogor

Published

on

Bogorzone.com, Bogor – Mondelez International sebagai salah satu perusahaan produsen makanan biskuit dengan brand Oreo sukses membangun sebuah taman yang dinamai “Taman Kita Oreo”. Taman yang berlokasi di area Taman Heulang, Tanah Sareal, Kota Bogor ini selaras dengan salah satu visi Pemerintah Kota Bogor dalam mewujudkan “kota sejuta taman”.

Taman Kita Oreo secara resmi diserahterimakan dari Mondelez International kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Minggu (30/9/2018). Peresmian sekaligus pembukaan Taman Kita Oreo untuk umum ini juga disaksikan Rick Lawrence selaku Biscuit Marketing Director Mondelez South East Asia.

Brand Manager Treats Mondelez Indonesia, Rachel Angelina, mengatakan, Taman Kita OREO memiliki sarana antara lain area permainan Twist (Putar), Lick (Jilat), Dunk (Celup) yang dapat dimanfaatkan untuk segala usia. Selain itu, terdapat pula berbagai fasilitas penunjang lain seperti area bersantai dan interactive jogging track yang mendorong masyarakat untuk berinteraksi Iangsung sambil berolahraga.

“Kami berupaya menyediakan fasilitas interaksi sosial secara nyata. Ini berangkat dari meningkatnya kebutuhan akan ruang terbuka hijau seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh pengunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Sarana aktivitas bersama (join activity) ini agar masyarakat dapat berinteraksi secara nyata dan langsung. Taman Kita Oreo ini adalah milik bersama, jadi diharapkan semua pengunjung bisa memanfaatkannya secara maksimal dan merawatnya bersama,” ungkapnya.

Pembangunan Taman Kita Oreo adalah bagian dari revitalisasi 12 taman kota di Indonesia untuk menjawab kebutuhan akan ruang terbuka hijau dan menciptakan kebersamaan antara masyarakat.

Maggie Effendy selaku Head of Biscuit Mondelez Indonesia, mengatakan Oreo menyadari tingginya penggunaan teknologi dapat membuat komunikasi antar masyarakat menjadi ‘semu’ atau sebatas di dunia maya. Fasilitas yang mendorong sosialasi nyata dibutuhkan untuk menjaga keakraban masyarakat.

“Sebagai brand yang dekat dengan keluarga Indonesia, kami sangat bangga dapat menghadirkan Taman Kita Oreo dengan fasilitas yang dapat memaksimalkan interaksi seru antar sesama pengguna. Kata ‘kita’ dalam nama Taman Kita OREO, mengacu pada seluruh permainan yang dirancang untuk dimainkan lebih dari satu orang sehingga dapat mendorong terciptanya kebersamaan. Selain itu ‘kita’ juga merujuk pada kepemilikan dari taman kita Oreo, yaitu seluruh masyarakat yang diharapkan ikut menjaga taman ini,” ujar Maggie.

DR. Junernan Abraham, S.Psi., seorang ahli psikologi sosial, yang ikut hadir dalam peresmian Taman Kita Oreo, menambahkan bahwa beraktivitas di taman terbuka hijau sangat efektif untuk meningkatkan kesehatan mental. Ciri-ciri taman yang baik adalah yang memiliki rancangan lingkungan untuk berinteraksi dengan orang lain dari latar belakang sosial-ekonomi yang beragam, menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga dan pengguna, serta menunjang berbagai kegiatan dilingkungan sekitar.

“Di saat virtualitas merajalela dalam kehidupan dewasa ini, kehadiran taman terbuka hijau tetap menawarkan kedalaman berinteraksi yang sudah semakin langka akibat komunikasi yang dangkal dan sarat akan pencitraan, terutama di dunia maya,” terang Juneman. (cep/dns)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
November 2016
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Trending