Banyak Penculikan Anak, Orang Tua Diminta Waspada Menjaga Anak-Anaknya

Bogorzone.com, Bogor – Kasus penculikan anak di Sukabumi mengundang keprihatinan yang sangat mendalam bagi pemerhati hukum yang berprofesi sebagai pengacara dari kantor advokat Bahtera Law Office Consultant, Bahtera Gurning, S.H.,M.H.

“Saya melihat kasus ini kan sudah masuk dalam penanganan kepolisian maka ini pasti sudah menjadi perhatian khusus kepolisian setempat terkait dan harus diungkap tuntas,” kata Bahtera kepada media ini di Bogor, Jumat (4/11/2016).

Seperti diketahui, anak anak di Sukabumi kembali menjadi korban penculikan. Kali ini korbannya 2 orang, masing-masing bernama Hilman Fauzi (11) dan Riko Munandar (8). Beruntung, Hilman berhasil melepaskan diri dari pelaku penculikan meski sempat telantar di Stasiun Kereta Api Cianjur, Minggu (30/10). Sedangkan Riko hingga saat ini masih dalam pencarian.

Dirinya, yakin kepolisian pastinya sedang melakukan tahapan-tahapan yang nantinya bisa mengungkap tuntas motif pelaku dibalik kasus Ini.

Ditanya tentang unsur-unsur pidana penculikan, Bahtera Gurning, S.H.,M.H menjawab bahwa hal itu bisa dilihat di KUHP pasal 328 bunyinya Barang siapa membawa pergi seorang dari tempat kediamannya atau tempat tinggalnya sementara dengan maksud untuk menempatkan orang itu secara melawan hukum di bawah kekuasaannya atau kekuasaan orang lain, atau untuk menempatkan dia dalam keadaan sengsara, diancam karena penculikan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun maka unsur-unsurnya terpapar kurang lebih ada empat, yaitu :

Yang pertama membawa pergi orang dari tempat kediamananya atau tempat tinggalnya sementara. Kedua menjadikan terlantar. Ketiga menempatkan dalam kekuasaannya atau kekuasaan orang lain, yang pastinya unsur terakhir yang keempat yaitu unsur melawan hak.

Tetapi kalau unsur pidana penculikan anak kita bisa melihat juga pasal 330,331 KUHP dan UU Perlindungan anak, didalam pasal 330,331 KUHP unsur pidananya juga yaitu melepaskan anak itu dari kekuasaan yang sah ini dikarenakan yang diculik adalah anak belum cukup umur, dari kekuasaan yang menurut undang undang ditentukan atas dirinya atau dari pengawasan orang yang berwenang untuk itu.

Bahtera Gurning juga memberikan masukan khususnya bagi orang tua, yaitu perlunya berhati-hati dalam menjaga anak-anaknya, siapa dan dimana tempat bermainnya, bisa jadi juga kalau orang tua percayakan kepada orang untuk menjaga anak-anak kita, tapi perlu lebih selektif lagi penjagaannya termasuk siapa penjaganya, alamatnya atau identitasnya.

“Hal itu harus diberikan perhatian khusus orang tua secara benar-benar apalagi sekarang banyak kasus-kasus penculikan berujung pada beragam motif-motif kejahatan. (rin)